Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Guru Penggerak Harus Memiliki Kekuatan Manajerial Sebelum Jadi Kepsek

Redaksi 08-01-2025, 06:18 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah, mengapresiasi terobosan Kemendikbud Ristek yang memprioritaskan para guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Irfansyah mengatakan, secara umum, pelaksanaan Merdeka Belajar di Kotim mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Kotim.

Namun dia mengingatkan agar digelar pelatihan manajerial berjenjang bagi para Guru Penggerak di Kotim sebelum nantinya mereka dipercaya menjadi kepala sekolah maupun pengawas sekolah.

"Kita sudah menjalankan yang diperintahkan oleh Pusat dengan melakukan Bimtek manajerial untuk guru penggerak. Karena guru penggerak ini kan diekspektasikan menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Dengan pelatihan itu mungkin nanti jadi pembekalan yang terkait dengan manajerial," kata Muhammad Irfansyah, Rabu (8/1/2025).

Sementara untuk soal kompetensi untuk berubah, dirinya yakin para guru penggerak di Kotim sudah siap. Namun untuk pemahaman-pemahaman terkait manajerial, perlu ada penguatan.

Dia menegaskan, pelatihan manajerial sangat dibutuhkan karena ketika nantinya mereka menduduki jabatan kepala sekolah ataupun pengawas sekolah, mereka akan berhadapan dengan problem-problem nonteknis.

"Kalau soal teknis, saya yakin mereka mampu. Tapi ada problem-problem nonteknis yang mungkin mereka juga akan hadapi. Jadi pembekalan manajerial perlu, supaya ketika mereka nanti terjun jadi kepala sekolah, Insyaallah akan berjalan dengan baik," tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard