Desak Pemprov Kalteng Ubah Arah Ekonomi, Dorong Hilirisasi Sumber Daya Lokal
SB, PALANGKA RAYA – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, mendesak Pemerintah Provinsi Kalteng untuk segera melakukan transformasi arah pembangunan ekonomi. Menurutnya, ketergantungan yang berkepanjangan terhadap komoditas mentah seperti tambang dan perkebunan membuat struktur ekonomi daerah rentan terhadap gejolak harga global.
“Kita tidak bisa terus-terusan bergantung pada tambang dan perkebunan. Ketergantungan ini membuat ekonomi kita rapuh, mudah goyah saat harga global turun,” tegas Siti, Senin (19/5/2025).
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam, Siti menyoroti lemahnya kinerja sektor industri pengolahan di Kalteng yang bahkan mengalami kontraksi. Hal itu menurutnya menjadi indikator jelas bahwa program hilirisasi belum berjalan efektif.
“Industri pengolahan kita lemah. Ini tanda bahwa program hilirisasi jalan di tempat,” ujarnya.
Siti menilai Kalteng sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama di sektor kelapa sawit, karet, rotan, hingga pertanian. Namun, potensi itu belum dioptimalkan karena belum adanya pembangunan industri hilir yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kita harus bangun industri hilir sekarang juga. Kalau terus menjual sumber daya alam mentah, kita hanya jadi penonton, sementara daerah lain yang menikmati keuntungan besar,” tambahnya.
Politisi senior Partai Golkar ini mendorong pemerintah untuk segera menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan industri hilir yang konkret dan berbasis potensi lokal. Ia yakin, langkah ini akan menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan berdaya tahan tinggi.
“Kalau kita mau ekonomi yang kokoh, kita harus berani berubah. Dan perubahan itu harus dimulai sekarang,” pungkasnya. (sb/*)