Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Arton: FBIM Mampu Jaga Budaya Kalteng Lestari

Redaksi 20-05-2025, 10:50 WIB 1 menit baca
Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong (tengah) saat menghadiri Karnaval Budaya yang merupakan rangkaian kegiatan FBIM, Minggu (18/5/2025). (FOTO:ISTIMEWA)
Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S Dohong (tengah) saat menghadiri Karnaval Budaya yang merupakan rangkaian kegiatan FBIM, Minggu (18/5/2025). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S Dohong mengatakan, festival budaya isen mulang (FBIM) yang merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun Kalimantan Tengah, dapat menjadi media agar budaya di daerah ini tetap lestari.

"Tentu kami sangat mengapresiasi pemerintah provinsi rutin menggelar pagelaran ini, sehingga menjadi pengingat bagi masyarakat terkait Kalimantan Tengan yang memiliki budaya beragam," katanya, Selasa (20/5/2025).

Dia mengungkapkan, festival budaya isen mulang tersebut tidak sebatas agenda pelengkap hari ulang tahun Kalimantan Tengah saja, akan tetapi menjadi salah satu ajang memperkenalkan kekayaan daerah secara nasional bahkan internasional, sekaligus menjadi upaya melestarikan kebudayaan daerah.

Hal ini terbukti dengan kehadiran wisatawan luar dan mancanegara yang turut menyaksikan beragam kebudayaan yang disajikan pada festival budaya isen mulang ini.

“Festival budaya isen mulang ini tiap tahun dilaksanakan, dan saya lihat bagus sekali karena yang namanya kebudayaan tidak lepas dari kehidupan kita, yang tentu harus kita pertahankan,” ungkapnya.

Tidak hanya sebagai ajang promosi, Arton juga menilai festival budaya seperti ini juga membantu para pelaku kesenian dan budaya untuk menampilkan karyanya, seperti halnya tari-tarian, pencak silat, serta kreasi pakaian adat, dan lain sebagainya.

Selain itu kertelibatan sejumlah paguyuban dari berbagai suku yang rutut meramaikan kegiatan tersebut juga menjadi nilai tambah, sebab hal ini menggambarkan masyarakat Kalteng bisa hidup rukun dan berdampingan meski di tengah perbedaan.

“Kalteng ini dapat kita katakana kaya sekali, tidak hanya kaya dari sumber daya alamnya tetapi juga adat istiadat dan kebudayaannya. Hal yang seperti ini harus dipertahankan melalui pengenalan budaya itu sendiri,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard