Pemprov Kalteng Diminta Evaluasi Distribusi Belanja
SB, PALANGKA RAYA - Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Endang Susilawatie meminta pemerintah provinsi untuk mengevaluasi sektor distribusi belanja.
"Kami menilai realisasi PAD pada tahun anggaran 2024 menunjukkan tren positif dalam memperkuat kondisi fiskal daerah. Namun, distribusi belanja antar sektor dinilai masih timpang dan perlu mendapat perhatian lebih serius," katanya, Jumat (13/6/2025).
Dikatakannya, realisasi pendapatan daerah tahun 2024 terealisasi sebesar Rp 8,33 triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,82 triliun lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 5,33 triliun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 184 miliar lebih.
Ia menyebutkan bahwa peningkatan realisasi PAD dibanding tahun sebelumnya menunjukkan arah positif dalam memperkuat fiskal daerah.
Namun, ia juga menekankan bahwa perhatian utama fraksinya adalah pada kualitas dan efektivitas pelaksanaan belanja daerah selama satu tahun anggaran.
“Kami mencatat bahwa total belanja daerah terealisasi sebesar Rp 9,13 triliun lebih, mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer,” tuturnya.
Endang menyampaikan bahwa capaian tersebut harus dilihat lebih jauh dari sisi manfaatnya bagi masyarakat, bukan sekadar volume serapan anggaran.
“Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan, masih terdapat ketimpangan dalam distribusi belanja antar sektor. Belanja terbesar terkonsentrasi pada urusan pendidikan, kesehatan, pendidikan umum, dan perhubungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fraksi Partai Gerindra mendorong agar realisasi anggaran pada urusan-urusan tersebut benar-benar menghasilkan dampak langsung bagi pelayanan publik.
“Termasuk akses pendidikan yang merata, pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah,” pungkasnya. (sb)