Palangka Raya Tertinggi Kasus HIV AIDS di Kalteng
SB, PALANGKA RAYA - Berdasar data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalimantan Tengah dari Januari sampa dengan Juli 2022, sebanyak 291 orang mengidap penyakit HIV AIDS.
Sedangkan kasus yang paling tinggi berada di Kota Palangka Raya, yaitu sebanyak 125 kasus, Kotawaringin Timur sebanyak 83 kasus dan Kotawaringin Barat sebanyak 68 kasus.
Sedangkan, Lamandau, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya masing-masing sebanyak tiga kasus HIV AIDS. Kemudian Kabupaten Sukamara, Pulang Pisau dan Barito Timur masing-masing satu kasus.
291 tersebut setelah mengikuti VCT, yaitu pemeriksaan sukarela, biasanya mereka ditahap ini belum tau status mereka atau masih di posisi HIV.
Dan TIPK adalah tes yang dianjurkan/ diinisiasi oleh petugas kesehatan. Biasanya klien sudah dalam kondisi sakit dan menunjukan indikasi AIDS, jadi umumnya, TIPK mengarah ke klien di Fase AIDS.
Pengelola Program KPA Provinsi Kalteng, Riska Ovany SKM MKes Epid mengatakan, 291 kasus tersebut merupakan hasil pemeriksaan dari Januari-Juli tahun 2022.
"Ada tiga kabupaten di data kita masih nol, yaitu Kabupaten Seruyan, Gunung Mas dan Kapuas. Tiga kabupaten ini bukan berati tidak ditemukan kasus HIV AIDS, kemungkinan menang kita belum mendapatkan data dan yang menderita tidak mau menginformasikan dirinya," terang Riska kepada seputar Borneo.com, Sabtu (7/1/2023).
Dalam mencegah penyebaran penyakit HIV AIDS ini, katanya, mereka akan rutin mensosialisasikan bahaya dan cara mencegahnya dengan tujuan masyarakat bisa hidup lebih sehat.
"Intinya hidup sehat dan perilaku yang baik. Jangan bergonta-ganti pasangan," tuturnya. (ok)