Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

DPRD Kalteng Kunjungi Disdik Jabar

Redaksi 25-08-2025, 03:09 WIB 1 menit baca
Wakil Ketua II DPRD Kalteng M Ansyari bersama Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran dan jajaran anggota komisi III saat kaji banding ke Disdik Jawa Barat. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Ketua II DPRD Kalteng M Ansyari bersama Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Tomy Irawan Diran dan jajaran anggota komisi III saat kaji banding ke Disdik Jawa Barat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tepatnya ke SMK Negeri 9 Bandung.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pendidikan di daerah lain sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kalteng.

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa SMKN 9 Bandung telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal ini menjadi alasan pihaknya ingin melihat secara langsung strategi yang diterapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam mendorong keberhasilan lembaga pendidikan vokasi.

"Kami menilai, SMKN 9 Bandung dikenal memiliki jurusan unggulan di bidang kuliner atau tata boga, kecantikan, pariwisata, dan lainnya, sehingga mampu mandiri secara finansial," katanya, Senin (25/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Kalteng disambut langsung oleh Kepala SMKN 9 Bandung yang memaparkan berbagai strategi keberhasilan sekolah.

Ansyari menjelaskan, salah satu poin penting yang dipelajari adalah bagaimana sekolah menghadapi tantangan setelah berstatus BLUD, mendorong inovasi, hingga mengembangkan Teaching Factory (TEFA).

Bahkan, SMKN 9 Bandung telah menerapkan ASEAN Common Tourism Curriculum (CATC) sehingga menjadi rujukan praktik terbaik tingkat ASEAN.

Legislator dari Partai Gerindra itu menilai capaian SMKN 9 Bandung dapat menjadi inspirasi bagi SMK di Kalimantan Tengah.

Ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki potensi unggulan masing-masing yang bisa dikembangkan sesuai karakteristik wilayah.

“Kami ingin mendorong SMK di Kalteng agar lebih maju. Jika Jawa Barat kuat di sektor pariwisata, maka Kalteng kaya potensi alam, termasuk pertanian yang kini juga menjadi fokus pemerintah pusat. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, legislatif, dan swasta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan vokasi yang berdaya saing,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard