Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Pipit Setyorini: Perempuan Berperan Strategis dalam Pembangunan Daerah

Redaksi 06-09-2025, 09:45 WIB 1 menit baca
Pipit Setyorini
Pipit Setyorini

SB, PALANGKA RAYA - Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Pipit Setyorini, menegaskan bahwa perempuan di Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Peran ini terlihat jelas dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, hingga politik.

“Perempuan Kalteng semakin menunjukkan keterlibatannya dalam pembangunan. Hal ini terlihat dari kehadiran mereka sebagai pemimpin daerah, legislator, aktivis, maupun penggerak komunitas,” ujarnya, Sabtu (6/92/2025)

Pipit menyampaikan, tingkat kesejahteraan perempuan di Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan, baik dari sisi partisipasi ekonomi, akses terhadap pendidikan, maupun keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

Meski begitu, ia mengakui bahwa masih banyak perempuan yang menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan dasar pemerintah seperti kesehatan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan.

Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama dalam rangka mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Program pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari Asta Cita Presiden di tingkat nasional, serta Program Huma Betang yang menjadi prioritas Gubernur Kalimantan Tengah. Program-program ini harus dimaksimalkan, termasuk melalui gerakan peningkatan kesejahteraan perempuan,” tegas Pipit.

Ia mendorong agar program peningkatan kesejahteraan perempuan diintegrasikan dengan kegiatan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, dukungan modal usaha, koperasi perempuan, bantuan dana bergulir, serta kemudahan akses perbankan.

Selain itu, Pipit juga menekankan pentingnya program perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual. Ia menegaskan perlunya kepastian hukum bagi korban serta pemulihan menyeluruh, baik secara fisik maupun psikis.

Lebih jauh, Pipit mengimbau pemerintah untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang responsif gender. Setiap kebijakan harus mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi perempuan, serta melibatkan organisasi perempuan dalam proses perumusan kebijakan.

“Perempuan merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah. Ketika perempuan hidup sehat dan sejahtera, maka keluarga dan masyarakat juga akan sejahtera. Ini akan melahirkan generasi emas bagi Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard