Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Perempuan Bisa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Redaksi 19-09-2025, 01:45 WIB 2 menit baca
Waket I DPRD Kalteng, Riska Agustin
Waket I DPRD Kalteng, Riska Agustin

SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin, menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus pembangunan daerah.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya menjalankan program pemberdayaan secara formal, tetapi benar-benar membuka ruang bagi perempuan untuk berdaya. 

Menurutnya, peran perempuan dalam pembangunan tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalteng yang justru digerakkan oleh tangan-tangan perempuan, terutama dalam sektor perdagangan, kerajinan, dan kuliner. 

“Kalau perempuan diberi akses, pelatihan, serta dukungan modal, maka mereka bisa mandiri dan membawa dampak ekonomi bagi keluarga bahkan daerah,” katanya, Jumat (19/9/2025). 

Riska menambahkan, pemberdayaan perempuan bukan sekadar isu kesetaraan gender, tetapi menyangkut keberlanjutan pembangunan. Perempuan yang berdaya akan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga, memastikan anak-anak mendapat pendidikan yang layak, serta berkontribusi dalam ketahanan ekonomi rumah tangga. 

“Banyak perempuan yang sebenarnya sudah punya keterampilan, tapi terkendala akses dan kesempatan. Itu yang harus dipecahkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Riska juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi perempuan. Hal itu, menurutnya, merupakan fondasi penting agar perempuan bisa berperan aktif dalam pembangunan tanpa terbebani persoalan mendasar. 

Ia mendorong pemerintah untuk memperluas program pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan bagi perempuan pelaku UMKM. Dengan dukungan yang tepat, perempuan bisa melahirkan inovasi baru dan menciptakan lapangan kerja.

“Perempuan punya keunggulan dalam ketekunan dan kreativitas. Kalau potensi ini difasilitasi dengan baik, maka hasilnya akan luar biasa,” tegasnya.

Selain dukungan dari pemerintah, Riska menilai masyarakat juga harus terlibat aktif menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan. Mulai dari dukungan keluarga, komunitas, hingga dunia usaha dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya. 

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Dengan dukungan kolektif, perempuan Kalteng bisa menjadi kekuatan besar pembangunan,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard