Tomy Irawan: Kalteng Harus Mandiri Lewat PAD
SB, PALANGKA RAYA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menekankan pentingnya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama pembangunan.
Hal ini disampaikan menyusul proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng tahun 2025 yang diperkirakan hanya Rp7,1 triliun.
Menurut Tomy, seluruh dinas penghasil di lingkungan Pemprov Kalteng harus bekerja lebih efisien dan produktif dalam menggali potensi PAD.
Ia menegaskan, jangan sampai anggaran yang ada menjadi sia-sia karena kurangnya pemasukan dari sektor yang sebenarnya bisa diandalkan.
“Fokus utama kita ada pada dinas-dinas penghasil. Jangan sampai dana kita mubazir, sementara pemasukan dari PAD tidak maksimal,” tegasnya, Rabu (24/9/2025).
Ia menilai, sejumlah sektor masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan kontribusinya, seperti pajak alat berat, bahan bakar minyak (BBM), hingga pemanfaatan permukaan air.
“Potensi ini belum tergarap maksimal. Harus dimaksimalkan agar target PAD tercapai,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng ini juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada dana transfer pusat bukanlah solusi jangka panjang. Menurutnya, efisiensi dan kemandirian fiskal daerah wajib diperkuat.
“Kalau hanya mengandalkan transfer pusat, itu bukan efisiensi. Mau tidak mau, kita harus bisa menghasilkan sendiri lewat PAD,” ujarnya.
Tomy mendorong agar semua sektor yang berpotensi mendatangkan PAD mendapat perhatian serius dan dukungan kebijakan yang jelas.
“Semua lini yang bisa menghasilkan PAD harus difokuskan. Jangan sampai potensi itu hanya berhenti pada wacana tanpa realisasi,” tutupnya. (sb)