Lewati ke konten utama
Provinsi

DPC Gerindra Kotim Tegas Tolak Budi Arie Gabung Gerindra

Redaksi 18-11-2025, 04:15 WIB 1 menit baca
Ketua DPC Partai Gerindra Kotim, Juliansyah
Ketua DPC Partai Gerindra Kotim, Juliansyah

SB, SAMPIT - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan keinginan untuk bergabung ke Partai Gerindra. DPC Gerindra Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menolaknya karena berbagai pertimbangan.

Sikap penolakan ini disampaikan oleh Ketua DPC Gerindra Kotim, Juliansyah, dengan menegaskan bahwa Gerindra harus tetap fokus pada arah perjuangan yang telah digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sebagai ketua DPC Gerindra Kotim menolak, seperti yang dilakukan oleh DPC daerah lainnya," kata Ketua DPC Gerindra Kotim, Juliansyah saat diwawancarai, Selasa (18/11/2025).

Ia menilai, Budi Arie tidak konsisten dalam visi dan misi yang berseberangan dengan Partai Gerindra. Sebab Gerindra tempatnya kader yang berjuang untuk rakyat bukan demi jabatan.

"Asal mulanya dia dari relawan Projo (Pro Jokowi) sekarang ingin bergabung ke Gerindra sedangkan masih banyak kader-kader Gerindra yang lebih berpotensi darinya," jelasnya.

Juliansyah menganggap Budi Arie mau pindah ke Gerindra hanya untuk mencari jabatan setelah dicopot dari kursi Menteri Koperasi.

Ketua DPC Gerindra Kotim menyebut jika Gerindra hanya menjadi suaka Budi Arie mencari jabatan, maka partai menolak.

"Kesimpulannya kami menolak Budi Arie gabung di Gerindra. Masih banyak kader Gerindra lainnya yang berkompeten. Karena tidak orang yang berlindung di Gerindra karena partainya presiden," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum Projo, Budi Arie, menyebut proses dirinya bergabung dengan Partai Gerindra masih berlangsung. Budi Arie juga mengaku sudah berkomunikasi dan menyerahkan mekanismenya kepada Partai Gerindra.

Namun Sejumlah pengurus daerah Partai Gerindra menolak Ketua Umum Projo Budi Arie bergabung ke partai besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Mereka meragukan loyalitas hingga kasus hukum yang menyeret nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu. Selain itu, Budi Arie dianggap hanya mencari perlindungan ke Gerindra. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard