Lewati ke konten utama
Provinsi

Mahasiswa Lima Perguruan Tinggi di Sampit Ikuti Sosialisasi Pencegahan Narkoba di DPRD Kotim

Redaksi 27-11-2025, 09:25 WIB 2 menit baca
Foto bersama usai pelaksanaan sosialisasi serta penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Foto bersama usai pelaksanaan sosialisasi serta penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Polres Kotim dan DPRD Kotim menggelar sosialisasi serta penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sampit. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung DPRD Kotim pada Rabu, 26 November 2025.

Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari sosialisasi sebelumnya yang menyasar kalangan aparatur. Kali ini, mahasiswa dilibatkan sebagai elemen penting dalam gerakan pencegahan narkoba.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif Pak Ketua, BNNK, dan Polres Kotim untuk memberikan sosialisasi sekaligus penyuluhan penyalahgunaan narkotika. Kami mengundang lima universitas di Sampit, dan antusias mahasiswa sangat luar biasa. Hampir 99 persen hadir, termasuk para pengurus BEM,” ujarnya.

Menurut Fadli, mahasiswa dipilih karena memiliki peran strategis sebagai generasi penerus dan agen perubahan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menekan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin dukungan dari para mahasiswa. Mereka punya disiplin, pengetahuan, dan posisi yang kuat. Karena itu kami ajak mereka satu kata dalam melawan narkotika. Mereka kita dorong menjadi pelopor sekaligus duta pencegahan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ke depan BNNK akan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk kelompok masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Polres Kotim melalui Kasat Resnarkoba, AKP Suherman. Ia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling penting dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan yang diprakarsai BNNK dan didukung Ketua DPRD. Pencegahan ini yang lebih diutamakan agar masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki kesadaran untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Minimal bisa disampaikan dulu ke lingkungan rumah,” katanya.

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat sinergi antarlembaga dalam upaya pemberantasan narkotika di Kotim.

“Ini menjadi tolak ukur bahwa kita bersinergi menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengurangi peredaran narkoba di Kotim,” ungkapnya.

Ia memastikan bahwa sosialisasi tidak berhenti sampai di sini. DPRD bersama BNNK dan Polres berencana melakukan kunjungan langsung ke universitas, sekolah tingkat SLTA, hingga SMK di seluruh wilayah Kotim.

“Kami berkomitmen melanjutkan kegiatan ini sampai ke pelosok. Kami juga meminta dukungan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga untuk memberikan informasi jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Kita sepakat untuk menindak tegas,” tegas Rimbun.

Program ini diharapkan mampu memperluas jaringan pencegahan narkoba serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dari pengaruh narkotika. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard