Lewati ke konten utama
Provinsi

Dua Anak Beruang Berkeliaran di Kebun Warga Samuda

Redaksi 14-05-2026, 01:34 WIB 1 menit baca
Tampak dua beruang tertangkap kamera saat berkeliaran di kebun warga di Samuda. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak dua beruang tertangkap kamera saat berkeliaran di kebun warga di Samuda. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dua anak beruang tertangkap kamera muncul di sebuah kawasan ladang milik warga di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kemunculan hewan liar itu pun, sontak menghebohkan warga setempat.

Dalam video berdurasi sekitar 20 detik yang beredar di media sosial, terlihat dua beruang itu berjalan di area kebun atau ladang pada siang hari. Satwa liar tersebut tampak bergerak menjauh dari pondok tempat warga merekam video.

Terkait Hal tersebut, Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan titik lokasi kemunculan satwa liar tersebut.

“Dari narasi video disebutkan di wilayah Samuda. Dari pengamatan sementara, memang terlihat dua ekor beruang yang masih anak-anak berada di area ladang. Lokasi pastinya masih kami telusuri,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Muriansyah, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan beruang mendekati kawasan kebun hingga permukiman warga. Salah satunya akibat terganggunya habitat alami, sehingga satwa kesulitan mendapatkan sumber makanan. Selain itu, musim kemarau juga mempengaruhi ketersediaan air dan pakan di habitat asli beruang.

“Saat kemarau, beruang kekurangan makan dan minum di habitatnya. Akhirnya mereka keluar mencari makanan ke wilayah kebun atau permukiman,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai tanaman buah milik warga seperti nangka, rambutan, cempedak, nanas hingga buah naga, menjadi daya tarik bagi beruang untuk mendekati kebun masyarakat.

Tak hanya itu, bahkan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan pun, juga dapat mengundang satwa liar datang ke lingkungan warga.

“Beruang juga bisa tertarik dengan sisa sampah rumah tangga. Karena itu masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati, mengejar, maupun mencoba mengusir beruang secara langsung, sebab hal itu dapat memicu konflik berbahaya.

Warga juga diminta segera melapor, jika melihat kemunculan satwa liar di sekitar permukiman maupun kawasan kebun. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard