Kondisi jalan di Desa Camba mengalami kerusakan parah. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera menurunkan tim teknis untuk meninjau kondisi jalan di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, menyusul laporan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Nur Aina, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kami memahami kondisi jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Informasi yang disampaikan telah kami terima dan akan menjadi masukan serta evaluasi dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan kewenangan, prioritas kebutuhan, kondisi teknis, dan kemampuan keuangan daerah,” ujar Nur Aina, Kamis (25/6/2026).
Sebagai tindak lanjut awal, pihaknya akan mengirim tim teknis dari Bidang Bina Marga untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memperoleh data dan informasi yang diperlukan.
“Tim teknis Bidang Bina Marga akan kami turunkan untuk melakukan peninjauan dan pengecekan kondisi lapangan guna memperoleh data serta informasi yang diperlukan sebagai bahan kajian lebih lanjut,” katanya.
Menurutnya, hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai terhadap kondisi jalan dimaksud.
Nur Aina juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyampaikan informasi dan keluhan terkait kondisi infrastruktur melalui kanal pengaduan pemerintah.
“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menyampaikan informasi demi peningkatan pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.
Sebelumnya Warga Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mengeluhkan kondisi jalan darat sepanjang sekitar 7 kilometer yang menghubungkan Camba–Soren. Setiap musim hujan, ruas jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur, licin, bahkan kerap tidak dapat dilalui kendaraan.
Kepala Desa Soren, Subhanur, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 26 tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah desa, mulai dari Kandan, Camba, Soren hingga Simpur. (f1/sb)