seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Enam dari 10 Desa di Bukit Santuai Rampungkan Jaringan Listrik

by Redaksi - Tanggal 14-07-2026,   jam 12:52:10
Camat Bukit Santuai, Agus Saptono saat meninjau pemasangan tiang listrik. (FOTO: ISTIMEWA) Camat Bukit Santuai, Agus Saptono saat meninjau pemasangan tiang listrik. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Program elektrifikasi di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menunjukkan progres positif. Dari 10 desa yang menjadi sasaran pembangunan jaringan listrik PLN pada 2026, sebanyak enam desa telah menyelesaikan pemasangan tiang dan jaringan listrik, bahkan satu desa telah menuntaskan pemasangan instalasi listrik ke seluruh rumah warga.

Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, mengatakan pekerjaan yang dilaksanakan PT PLN melalui vendor pelaksana berjalan sesuai tahapan. Saat ini, enam desa telah memasuki tahap pemasangan instalasi listrik ke rumah-rumah warga.

“Kuota yang diberikan untuk Kecamatan Bukit Santuai sebanyak 10 desa. Dari jumlah itu, enam desa sudah selesai pemasangan tiang dan jaringan, sehingga tinggal proses pemasangan instalasi ke rumah warga,” ujar Agus, Selasa (14/7/2026).

Enam desa yang telah menyelesaikan pemasangan tiang dan jaringan listrik tersebut yakni Desa Tumbang Batu, Tumbang Sapia, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kania, dan Tumbang Getas. Khusus Desa Tumbang Batu, pemasangan instalasi listrik ke seluruh rumah warga juga telah rampung.

Sementara itu, pembangunan jaringan listrik di empat desa lainnya, yakni Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, dan Tumbang Penyahuan, masih terus berlangsung. Saat ini jaringan telah terpasang hingga Desa Lunuk Bagantung, sedangkan distribusi tiang listrik menuju Tumbang Tawan dan Tumbang Penyahuan masih dilakukan.

Menurut Agus, kendala utama yang dihadapi dalam proses pembangunan adalah kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak sehingga menyulitkan pengangkutan material.

“Tantangan terbesar adalah kondisi jalan dan jembatan yang sudah tidak layak dilalui, apalagi untuk mengangkut tiang listrik yang berat. Sehingga menghambat mobilisasi tiang listrik menuju desa-desa paling ujung,” katanya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai bersama Pemerintah Kabupaten Kotim telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit agar membantu memperbaiki akses jalan dan jembatan yang menjadi jalur distribusi material.

Bantuan perbaikan infrastruktur tersebut, kata Agus, sangat membantu kelancaran pekerjaan meski sebagian lokasi yang diperbaiki berada di luar wilayah binaan perusahaan.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada perusahaan yang telah membantu memperbaiki jalan dan jembatan, sehingga proses pembangunan jaringan listrik dapat terus berjalan,” ucapnya.

Pemerintah Kecamatan Bukit Santuai optimistis seluruh pemasangan tiang listrik di empat desa yang tersisa dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026. Setelah jaringan dan instalasi listrik di rumah warga selesai seluruhnya, pemerintah daerah bersama PLN akan menentukan jadwal peresmian penyalaan listrik.

“Target kami sampai akhir Agustus seluruh pemasangan tiang selesai. Setelah jaringan dan instalasi rumah sudah benar-benar tuntas, baru nanti kami koordinasikan terkait peresmian penyalaan listrik,” jelas Agus.

Ia menambahkan, Kecamatan Bukit Santuai memiliki 14 desa. Empat desa di antaranya telah lebih dahulu menikmati layanan listrik PLN, sementara 10 desa lainnya menjadi sasaran program elektrifikasi tahun ini.

Pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti sehingga seluruh masyarakat di desa-desa yang selama ini belum teraliri listrik segera menikmati layanan listrik PLN. (f1/sb)