seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Polsek Cempaga Hulu Bekali 120 Siswa Baru Waspadai Bullying

by Redaksi - Tanggal 16-07-2026,   jam 15:40:07
Personel Polsek Cempaga Hulu ketika melaksanakan sosialisasi kepada sejumlah siswa yang mengikuti MPLS. (FOTO: ISTIMEWA) Personel Polsek Cempaga Hulu ketika melaksanakan sosialisasi kepada sejumlah siswa yang mengikuti MPLS. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Sebanyak 120 siswa baru SMA Negeri 1 Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat pembekalan khusus dari Polsek Cempaga Hulu pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026). Para pelajar dibekali pemahaman tentang berbagai persoalan yang kini mengancam generasi muda, mulai dari kenakalan remaja, perundungan (bullying), layanan darurat Polri 110, penggunaan knalpot brong, judi online, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kapolsek Cempaga Hulu, Ipda Hendra Sopiyan D. Munthe, SH, mengatakan edukasi tersebut diberikan sebagai langkah preventif agar para siswa memahami sejak dini berbagai bentuk pelanggaran hukum dan perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka.

"Materi ini sangat penting diberikan kepada siswa baru agar mereka mampu membedakan mana perilaku yang benar dan mana yang melanggar aturan sekolah, norma agama maupun hukum," ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMA Negeri 1 Cempaga Hulu itu menghadirkan pemateri dari jajaran Polsek Cempaga Hulu, yakni Kanit Binmas Aiptu Budi Kristyana P, Bhabinkamtibmas Desa Keruing Aipda Marjuki, dan Brigpol Gst Renaldi Bagaswara.

Dalam penyampaiannya, Hendra menjelaskan bahwa kenakalan remaja tidak hanya sebatas membolos atau berkelahi, tetapi juga mencakup perilaku yang kini semakin marak di kalangan anak muda, seperti perundungan, merokok, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online yang memanfaatkan media sosial.

"Contohnya membolos, berkelahi, bullying, merokok, penyalahgunaan narkoba, sampai judi online yang saat ini sedang marak. Semua itu harus dihindari karena bisa berdampak buruk bagi masa depan mereka," tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai perilaku negatif tersebut umumnya dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, serta minimnya kontrol terhadap penggunaan media sosial.

Akibatnya, kata Hendra, prestasi belajar dapat menurun, merugikan diri sendiri maupun orang lain, bahkan berujung pada sanksi dari sekolah hingga proses hukum. Karena itu, Polsek Cempaga Hulu terus mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi di sekolah-sekolah, termasuk memanfaatkan momentum MPLS.

"Kami mengajak para siswa untuk rajin beribadah, memilih teman yang baik, menaati tata tertib sekolah, menggunakan media sosial secara bijak, dan mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif," katanya.

Hendra menegaskan pihaknya siap mendukung setiap kegiatan pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Menurutnya, membentuk generasi muda yang disiplin dan bebas dari pengaruh negatif merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami selalu siap hadir apabila pihak sekolah membutuhkan. Kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan karena menjaga generasi muda dari berbagai ancaman adalah tanggung jawab kita bersama," tandasnya. (*)