Pihak Bandara H Asan Sampit bersama PPI melaksanakan foto bersama usai sosialisasi keselamatan penerbangan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT - Bandara Haji Asan Sampit bersama Politeknik Penerbangan (PPI) Curug menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan sosialisasi mengenai keselamatan, keamanan penerbangan, serta Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, camat, lurah, ketua RT hingga unsur pengamanan bandara, Kamis (16/7/2026).
Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan sekaligus mendukung pengembangan jaringan penerbangan di Sampit.
"Bentuk kegiatan ini adalah pengabdian kepada masyarakat dengan mensosialisasikan aturan-aturan terkait keamanan penerbangan, keselamatan, KKOP, dan salah satu yang lebih penting adalah peningkatan jaringan rute penerbangan di daerah Sampit," ujar Abdul Haris.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar potensi gangguan terhadap operasional penerbangan dapat diminimalisasi. Beberapa gangguan yang sering menjadi perhatian di sekitar bandara di antaranya aktivitas bermain layang-layang maupun asap yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
"Harapannya dengan edukasi dan sosialisasi ini masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan bandara. Tadi juga sudah dibahas mengenai gangguan seperti layang-layang dan asap. Hal-hal seperti itu sudah diatur dalam undang-undang dan ada sanksi bagi yang melanggar," katanya.
Saat ini, lanjut Abdul Haris, gangguan tersebut belum berdampak terhadap operasional penerbangan. Namun apabila jumlah titik gangguan semakin meningkat, kondisi itu dapat memengaruhi navigasi hingga memaksa pembatalan penerbangan.
Di sisi lain, Bandara Haji Asan Sampit terus berupaya meningkatkan jumlah penumpang dan membuka peluang penambahan rute penerbangan. Abdul Haris berharap masyarakat Kotawaringin Timur semakin memilih terbang melalui Bandara Haji Asan dibandingkan bandara di daerah lain.
"Sekarang di Sampit sudah bisa melayani pesawat Airbus, Boeing, maupun ATR dengan frekuensi penerbangan setiap hari. Harapan kami masyarakat mulai percaya terbang melalui Bandara Haji Asan Sampit karena dari sisi pelayanan terus kami tingkatkan," ujarnya.
Untuk mewujudkan target peningkatan jumlah penumpang hingga tahun 2030, pihak bandara akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan maskapai penerbangan.
"Kita banyak perusahaan sawit. Harapannya seluruh karyawannya bisa menggunakan Bandara Haji Asan Sampit saat bepergian. Kalau penumpangnya ada, tentu operator penerbangan akan betah membuka rute ke Sampit," jelas Abdul Haris.
Meski demikian, ia mengakui pengembangan infrastruktur bandara masih menghadapi tantangan, terutama terkait pembebasan lahan dan keterbatasan anggaran pemerintah.
"Tantangan yang paling krusial adalah lahan. Di sisi lain anggaran APBN juga sedang efisiensi. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk bersama-sama mengembangkan Bandara Sampit," katanya.
Selain pengembangan infrastruktur, Bandara Haji Asan juga menargetkan penambahan rute penerbangan ke sejumlah kota di Indonesia.
"Harapannya bukan hanya melayani Jakarta, Surabaya, dan Semarang, tetapi juga bisa membuka rute ke Yogyakarta, Singkawang, maupun daerah lainnya sesuai kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PPI Curug, Kardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan keselamatan penerbangan melalui edukasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Kami sebagai lembaga pendidikan berupaya mengedukasi masyarakat mengenai regulasi-regulasi yang harus dipenuhi bandara. Jika ada kendala dalam pemenuhan regulasi tersebut, akan kami rekap dan sampaikan kepada regulator, yakni Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," ujarnya.
Kardi menambahkan, setelah kegiatan sosialisasi, pihaknya juga menggelar rapat Komite Bandara untuk menghimpun berbagai masukan dari para anggota komite sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antar-stakeholder demi mendukung pengembangan Bandara Haji Asan Sampit. (f1/sb)