Jadwal pemadaman bergilir di Kotim
SB, SAMPIT – Pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memicu keluhan masyarakat. Selain berlangsung berulang dalam dua hari terakhir, warga juga menilai PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab utama gangguan tersebut.
Banyak pelanggan mengaku aktivitas rumah tangga, usaha, hingga pekerjaan terganggu akibat pemadaman bergilir yang terjadi sejak Jumat (24/7/2026) hingga Sabtu (25/7/2026). Sejumlah warga mempertanyakan alasan sebenarnya di balik gangguan yang membuat pasokan listrik harus dihentikan selama berjam-jam di berbagai wilayah.
Dalam pengumuman resminya, PLN ULP Sampit hanya menyebut pemadaman dilakukan karena adanya "gangguan kelistrikan" yang berdampak pada sebagian pelanggan. Namun, tidak dijelaskan secara rinci apakah gangguan tersebut disebabkan kerusakan jaringan, pembangkit, transmisi, maupun faktor lainnya.
"Kami hanya mendapat informasi ada gangguan kelistrikan dan permohonan maaf. Masyarakat tentu ingin tahu sebenarnya apa penyebabnya sehingga listrik sering padam seperti ini," keluh salah seorang warga Sampit.
PLN menjadwalkan penghentian sementara pasokan listrik secara bergilir di sejumlah kecamatan dengan durasi sekitar lima hingga enam jam pada setiap wilayah terdampak. Meski demikian, sebagian pelanggan mengaku mengalami pemadaman di luar jadwal yang diumumkan sehingga menambah keresahan masyarakat.
Melalui pengumuman tersebut, PLN menyampaikan telah mengerahkan seluruh personel untuk mempercepat pemulihan sistem dan meminimalkan dampak kepada pelanggan. Di akhir keterangannya, PLN juga kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Hingga Sabtu (25/7/2026), belum ada penjelasan lebih rinci dari PLN ULP Sampit mengenai penyebab pasti gangguan kelistrikan yang mengakibatkan pemadaman bergilir tersebut. Masyarakat berharap PLN tidak hanya menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga memberikan informasi yang transparan agar pelanggan memahami penyebab gangguan serta langkah yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (f1/sb)