seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Karhutla Meluas, DPRD Kalteng Ingatkan Warga Jangan Sekali-kali Bakar Lahan

by Redaksi - Tanggal 27-07-2026,   jam 17:37:17
Muhammad Ansyari Muhammad Ansyari

SB, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali meningkat seiring bertambahnya titik panas selama musim kemarau. DPRD Kalteng pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama di kawasan gambut.

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mengatakan lahan gambut menjadi wilayah yang paling rawan saat kemarau. Menurutnya, api di lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyusup ke dalam tanah sehingga sulit dipadamkan dan berisiko muncul kembali.

"Kami meminta masyarakat benar-benar waspada. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena sekali api menyala di lahan gambut, penyebarannya sangat cepat dan proses pemadamannya jauh lebih rumit," tegas Ansyari.

Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng mencatat, sejak 1 Januari hingga 19 Juli 2026 telah terdeteksi 2.844 titik panas. Pada periode yang sama terjadi 563 kasus karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 3.069,52 hektare.

Ia menilai pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Selain menghanguskan hutan dan lahan, karhutla juga menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga mengancam kelestarian lingkungan.

Ansyari berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan menjaga wilayahnya masing-masing. Ia juga mengimbau warga segera melapor kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas. (sb/*)