seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bapas Sampit Optimalkan Lahan, Siapkan Program Griya Abhipraya untuk Pembinaan

by Redaksi - Tanggal 27-07-2026,   jam 18:02:39
Kepala Bapas Sampit, Prayudha Rachmadany meninjau lahan yang digunakan untuk program Griya Abhipraya. (FOTO: ISTIMEWA) Kepala Bapas Sampit, Prayudha Rachmadany meninjau lahan yang digunakan untuk program Griya Abhipraya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit mulai mengembangkan Program Griya Abhipraya dengan mengoptimalkan lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di kawasan belakang Bapas, tepatnya di lahan milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Senin (27/7/2026).

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Bapas Kelas II Sampit, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Lapas Kelas IIB Sampit sebagai upaya memperkuat pembinaan klien pemasyarakatan melalui pemberdayaan di sektor pertanian.

Pada tahap awal, Dinas Pertanian Kotawaringin Timur memberikan dukungan teknis berupa penataan, pencetakan, hingga pengolahan lahan agar siap dimanfaatkan sebagai area budidaya pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan pengoptimalan lahan tersebut merupakan implementasi Program Griya Abhipraya yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat fungsi pembimbingan kemasyarakatan berbasis kemandirian.

"Lahan ini akan menjadi sarana pembinaan bagi klien pemasyarakatan melalui kegiatan pertanian produktif. Harapannya, mereka memiliki keterampilan, tanggung jawab, serta bekal yang cukup ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Prayudha.

Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung pembinaan klien, tetapi juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum digunakan secara optimal.

Selain menjadi media pelatihan keterampilan, kawasan tersebut nantinya akan dikelola secara bertahap dengan melibatkan klien pemasyarakatan dalam berbagai aktivitas pertanian, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

Prayudha menambahkan, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, terutama Dinas Pertanian Kotawaringin Timur dan Lapas Kelas IIB Sampit.

"Kami berharap sinergi ini terus berlanjut melalui pendampingan teknis, penanaman komoditas pertanian, hingga pemeliharaan lahan sehingga tujuan pembinaan dan pemberdayaan klien dapat tercapai secara optimal," katanya.

Melalui Program Griya Abhipraya, Bapas Kelas II Sampit berharap mampu menghadirkan model pembinaan yang berdampak nyata bagi klien pemasyarakatan, sekaligus mendukung program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (*)