Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Kotim berjibaku memadamkan kobaran yang membakar lahan seluas satu hektare. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kobaran api yang membakar lahan gambut di Jalan Tidar Raya 3, Gang Langsat 4, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kamis (23/7/2026) malam, memaksa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim turun tangan melakukan pemadaman selama beberapa jam.
Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.09 WIB dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, BPBD Kotim langsung mengerahkan sembilan personel TRC bersama dua unit mobil tangki dan peralatan pemadaman ke lokasi untuk mencegah api meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar semak belukar, pakis, dan pohon galam di permukaan, tetapi juga menjalar hingga ke lapisan bawah tanah sehingga sulit dipadamkan.
"Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi agar api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas ke area lain," ujar Multazam.
Selain kondisi lahan, petugas juga harus menghadapi keterbatasan sumber air yang berada sekitar 400 meter dari titik kebakaran. Operasi yang dilakukan pada malam hari dengan penerangan minim turut memperberat upaya pemadaman, meski mendapat bantuan dari warga sekitar.
BPBD memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektare. Hingga operasi selesai, sekitar setengah hektare berhasil dipadamkan dan kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga tetap dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya api kembali.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Penanganan cepat sangat penting agar kebakaran tidak meluas," tegasnya. (f1/sb)