Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli bersama Wabup Kotim Irawati mengikuti zoom meeting. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) mempertegas komitmennya memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat untuk menekan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika di wilayah setempat.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhamad Fadli, usai mengikuti peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2026 secara virtual bersama Wakil Bupati Kotim Irawati dan jajaran Forkopimda di Aula BNNK Kotim, Jumat (24/7/2026).
Fadli mengungkapkan, ancaman narkotika saat ini semakin serius dan dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat. Hal itu tercermin dari hasil pengungkapan kasus narkotika secara nasional yang mencapai lebih dari 3,3 ton barang bukti dengan nilai ekonomi sekitar Rp165 miliar.
"Besarnya pengungkapan ini menjadi bukti bahwa narkoba masih menjadi ancaman nyata. Karena itu kami harus memperkuat sinergi agar Kotim tidak menjadi sasaran peredaran maupun pemasaran narkotika," tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan langkah pencegahan melalui edukasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. BNNK Kotim akan terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan narkotika.
Dalam setiap operasi pemberantasan, Fadli memastikan seluruh tindakan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Berbagai aspek menjadi pertimbangan sebelum pelaksanaan penindakan, mulai dari analisis intelijen, tingkat kerawanan wilayah, kesiapan personel, hingga dukungan masyarakat.
"Setiap operasi diawali dengan analisis yang matang. Intelijen menjadi kunci agar seluruh proses penindakan berjalan aman, tepat sasaran, dan sesuai prosedur," jelasnya.
Selain penindakan, BNNK Kotim terus memperluas program pencegahan dengan menyasar generasi muda. Dalam sepekan terakhir, petugas telah memberikan penyuluhan bahaya narkoba di sejumlah sekolah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Program tersebut akan dilanjutkan ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi.
Pada momentum HANI 2026, BNNK Kotim juga memperkenalkan gerakan nasional "Ananda Bersinar", yang bertujuan menanamkan budaya hidup bersih dari narkoba sejak usia dini. Melalui program ini, BNNK berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran kuat untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta ikut menjadi pelopor dalam upaya pencegahan di lingkungan sekolah, kampus, dan masyarakat. (f1/sb)