Suasana masyarakat mengantre di layanan poliklinik rawat jalan RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Penyakit tidak menular semakin mendominasi layanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit. Diabetes melitus, gagal jantung, hingga penyakit jantung akibat penyumbatan pembuluh darah menjadi penyakit yang paling banyak ditangani di layanan rawat jalan, sekaligus menjadi sinyal meningkatnya ancaman penyakit kronis di masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengungkapkan diabetes melitus dengan komplikasi saraf menempati peringkat pertama dengan 2.040 kasus. Di posisi berikutnya terdapat gagal jantung kongestif sebanyak 1.862 kasus, disusul nekrosis pulpa gigi atau kematian jaringan saraf gigi sebanyak 1.835 kasus, serta penyakit jantung akibat penyumbatan pembuluh darah sebanyak 1.555 kasus.
Menurut dr Candra, tingginya angka kasus tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup kini menjadi tantangan besar di bidang kesehatan. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, hingga kurangnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah. Masyarakat perlu menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar faktor risiko bisa dideteksi lebih awal," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, rumah sakit tidak hanya berperan memberikan pengobatan, tetapi juga mendorong upaya promotif dan preventif agar masyarakat tidak terlambat mengetahui kondisi kesehatannya. Deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
RSUD dr Murjani berharap meningkatnya kasus penyakit tidak menular ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat. Dengan pencegahan sejak dini, risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik dan beban pelayanan kesehatan ikut berkurang. (f1/sb)