Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo
SB, PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palangka Raya. Kualitas udara yang telah berada pada kategori sangat tidak sehat memicu kekhawatiran karena mulai mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo. Ia mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas di lapangan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
"Kita semua merasakan dampaknya. Kualitas udara saat ini sudah sangat tidak sehat dan sangat mengganggu aktivitas serta kesehatan kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif mendukung pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla ini," kata Sigit, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, memburuknya kualitas udara menjadi alarm bahwa karhutla telah menimbulkan dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar kerusakan hutan. Asap yang ditimbulkan mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga.
Karena itu, Sigit mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, apa pun alasannya. Ia juga mengajak seluruh warga saling mengingatkan agar praktik pembakaran lahan tidak terus berulang, terutama saat musim kemarau yang membuat api mudah menyebar.
Tak hanya itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayahnya. Menurutnya, laporan cepat dari warga dapat menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran meluas dan semakin sulit dikendalikan.
"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kalau hanya mengandalkan pemerintah atau petugas, tentu akan sangat berat. Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci agar kebakaran bisa dicegah sejak dini," tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif. Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan karhutla dapat ditekan dan kualitas udara di Palangka Raya segera kembali membaik. (sb/*)