seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Seruyan Jadi Pusat Gerakan Tanam Mangrove, Perkuat Perlindungan dan Mitigasi Perubahan Iklim

by Redaksi - Tanggal 28-07-2026,   jam 19:56:00
Wakil Bupati Seruyan, H Supian menghadiri Penanaman Mangrove Serentak dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tingkat Provinsi Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA) Wakil Bupati Seruyan, H Supian menghadiri Penanaman Mangrove Serentak dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tingkat Provinsi Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KUALA PEMBUANG – Kabupaten Seruyan menjadi pusat pelaksanaan Penanaman Mangrove Serentak dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang dipusatkan di Arboretum Mangrove Busur, Kelompok Masyarakat Lestari Sejahtera Mandiri Kuala Pembuang, Minggu (26/7/2026), menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjol, S.P., M.M., Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag., Plh. Sekda Seruyan dr. Bahrun Abbas, M.P.H., jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjol mengatakan peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat pentingnya peran seluruh pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Menurutnya, penanaman mangrove secara serentak tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

"Pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Keberadaan ekosistem ini memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di kawasan pesisir," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan H. Supian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Ia menegaskan, mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang mampu melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, intrusi air laut, serta gelombang pasang.

"Selain melindungi pantai, mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis biota laut dan memiliki kemampuan menyerap karbon yang sangat baik untuk mendukung pengendalian perubahan iklim," kata Supian.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen untuk terus mendukung rehabilitasi kawasan pesisir dan konservasi mangrove melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia mengajak masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk menjadikan gerakan penanaman mangrove sebagai budaya bersama.

"Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, gerakan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir semakin meningkat, sekaligus mendorong pembangunan daerah yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (sb/*)