seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kantor PLN Palangka Raya Dilempar Ayam Busuk, Bentuk Kekecewaan Peternak

by Redaksi - Tanggal 29-07-2026,   jam 13:42:00
Tampak satu pikap ayam mati dan mengeluarkan bau busuk dibawa peternak ke Kantor PLN Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Tampak satu pikap ayam mati dan mengeluarkan bau busuk dibawa peternak ke Kantor PLN Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Suasana berbeda terjadi di Kantor PLN Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). Ribuan ayam mati yang mulai mengeluarkan bau busuk dibawa peternak ke halaman kantor PLN sebagai bentuk protes atas dampak pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan usaha mereka.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan peternak yang meminta PLN memberikan solusi atas pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Aroma tidak sedap dari ayam-ayam yang mati akibat gangguan sistem kandang langsung menyengat area kantor PLN.

Sebagian ayam mati tersebut bahkan dilemparkan ke halaman kantor PLN. Peternak berharap kondisi tersebut dapat menggambarkan langsung dampak yang mereka alami akibat listrik yang padam berulang kali.

Ayam-ayam tersebut merupakan sebagian dari puluhan ribuan hingga ratusan ribu ayam yang dilaporkan mati akibat terganggunya sistem ventilasi kandang. Para peternak menyebut kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah.

Pemadaman listrik selama 3 hingga 6 jam dalam sehari membuat kandang ayam sistem tertutup (close house) tidak mampu beroperasi maksimal. Sistem blower yang berfungsi menjaga sirkulasi udara berhenti ketika listrik padam, sehingga suhu kandang meningkat dan menyebabkan ayam mati dalam jumlah besar.

Peternak berharap kedatangan mereka ke Kantor PLN dapat menjadi perhatian serius agar ada langkah penyelesaian. Mereka meminta PLN tidak hanya melakukan pemadaman bergilir, tetapi juga memperhitungkan wilayah yang menjadi sentra peternakan.

Aksi membawa ayam mati tersebut menjadi simbol kekecewaan peternak yang merasa dampak pemadaman listrik sudah mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Mereka berharap PLN segera membuka ruang komunikasi dan memberikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (sb/*)