Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi
SB, PALANGKA RAYA – Kalteng menargetkan penguatan kemampuan keuangan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng mendorong target PAD tahun 2027 naik menjadi Rp3 triliun.
Usulan tersebut lebih tinggi dari proyeksi awal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kalteng yang menetapkan target PAD sebesar Rp2,8 triliun.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan peningkatan target tersebut masih realistis dengan melihat berbagai potensi pendapatan yang dapat dioptimalkan pemerintah daerah.
"Dari Rp2,8 triliun yang diajukan pemerintah, kita mencoba mendorong hingga Rp3 triliun. Angka itu masih memungkinkan untuk dicapai," ujar Junaidi usai rapat bersama TAPD, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi langkah penting untuk memperkuat ruang fiskal Kalteng. Dengan pendapatan yang lebih besar, pemerintah daerah akan memiliki kemampuan lebih luas dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Junaidi menjelaskan, usulan kenaikan target tersebut telah melalui pembahasan dan perhitungan Banggar DPRD. Kenaikan sekitar Rp100 miliar dari proyeksi awal dinilai masih dalam batas wajar berdasarkan potensi yang ada.
"Perhitungan kita berangkat dari proyeksi pemerintah sebesar Rp2,8 triliun, kemudian kita tambah sekitar seratus miliar lebih. Itu masih angka yang normal dengan berbagai pertimbangan yang sudah dikaji," katanya.
Ia berharap pemerintah daerah terus menggali sumber-sumber pendapatan baru serta mengoptimalkan sektor yang sudah ada agar PAD Kalteng semakin kuat.
Dengan PAD yang meningkat, DPRD Kalteng berharap pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal dan program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat mendapat dukungan anggaran yang lebih besar. (sb/*)