seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kotim Ikut Gerakan Tanam Padi Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

by Redaksi - Tanggal 03-08-2026,   jam 10:53:51
Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, penyuluh pertanian, dan para petani melaksanakan gerakan tanam padi serentak. (FOTO:ISTIMEWA) Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, penyuluh pertanian, dan para petani melaksanakan gerakan tanam padi serentak. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui Gerakan Tanam Padi Serentak 50.000 hektare yang digelar secara nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Karya Mufakat VII, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Senin (3/8/2026). Kegiatan itu dihadiri Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, penyuluh pertanian, dan para petani.

Halikinnor mengatakan, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kerja keras petani di lapangan.

"Ketahanan pangan bukan hanya dibahas dalam rapat, tetapi diwujudkan di sawah melalui kerja keras para petani. Mereka adalah bagian utama dalam menjaga ketersediaan pangan," ujar Halikinnor.

Menurutnya, Kotim memiliki peran penting sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Tengah. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan luas tanam dan pemanfaatan lahan produktif agar hasil pertanian semakin meningkat.

"Gerakan tanam serentak ini menjadi langkah nyata untuk mengoptimalkan lahan dan memperkuat kemandirian pangan. Ini adalah tanggung jawab bersama," katanya.

Selain memperluas areal tanam, Pemkab Kotim juga terus mendorong penggunaan teknologi pertanian, penguatan kelompok tani, serta pendampingan dari penyuluh agar produktivitas petani semakin baik.

Halikinnor menegaskan, target swasembada pangan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh, hingga petani.

"Di balik setiap hasil panen ada kerja keras petani, pendampingan penyuluh, dan dukungan seluruh pihak. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga," ungkapnya.

Ia berharap Gerakan Tanam Padi Serentak menjadi momentum bagi petani Kotim untuk terus meningkatkan produksi pertanian. Dengan meningkatnya produktivitas, sektor pertanian diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Kotim optimistis program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pertanian daerah dan mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. (f1/sb)