Tim SAR Gabungan ketika mengevakuasi jasad korban tenggelam d Sungai Bulik. (FOTO:BASARNAS PALANGKA RAYA)
SB, NANGA BULIK – Pencarian Sarundap (42), warga asal Pasuruan, Jawa Timur, yang tenggelam di Sungai Bulik, Kabupaten Lamandau, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/8/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 09.50 WIB, atau sehari setelah dilaporkan tenggelam saat memancing di tepian Sungai Bulik.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Sarundap sedang memancing bersama rekannya di tepi sungai. Korban kemudian terpeleset dan jatuh ke dalam sungai hingga tenggelam.
Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, hingga beberapa waktu pencarian belum membuahkan hasil. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Pos SAR Pangkalan Bun untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan kembali bergerak sejak pukul 07.00 WIB. Tim yang terlibat terdiri dari Pos SAR Pangkalan Bun, Polres Lamandau, BPBD Kabupaten Lamandau, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dengan mengikuti area pencarian yang telah ditentukan.
Koordinator Lapangan Basarnas, Mahdi, mengatakan tim terus menyisir permukaan sungai hingga akhirnya menemukan tanda keberadaan korban.
“Sekitar pukul 09.50 WIB, korban berhasil kami temukan kurang lebih 50 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam,” kata Mahdi.
Menurutnya, korban muncul ke permukaan setelah tim melakukan manuver menggunakan perahu karet di sekitar area pencarian.
“Korban muncul ke permukaan setelah Tim SAR Gabungan melakukan manuver perahu karet di permukaan sungai,” jelasnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Lamandau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, membenarkan korban telah ditemukan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari personel SAR, aparat kepolisian, BPBD, keluarga hingga masyarakat yang ikut membantu di lapangan.
“Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR KMM secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” ujar Ketut.
Ia menegaskan keberhasilan pencarian tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat sejak operasi dimulai.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras dalam operasi ini hingga korban bisa ditemukan,” pungkasnya. (sb/*)