seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

HUT ke-1 Kodam Tambun Bungai Meriah, Simulasi Pembebasan Gubernur hingga Terjun Payung

by Redaksi - Tanggal 10-08-2026,   jam 11:43:00
Simulasi aksi pembebasan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran yang disandera saat meninjau Koperasi Merah Putih dirangkaian Peringatan HUT ke-1 Kodam Tambun Bungai. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Simulasi aksi pembebasan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran yang disandera saat meninjau Koperasi Merah Putih dirangkaian Peringatan HUT ke-1 Kodam Tambun Bungai. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Peringatan HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai berlangsung meriah. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari tarian kolosal, silat, simulasi pembebasan Gubernur Kalteng hingga terjun payung.

Rangkaian pertunjukan diawali tarian kolosal Isen Mulang. Puluhan penampil membawa nuansa budaya Kalteng dalam perayaan satu tahun berdirinya Kodam XXII/Tambun Bungai.

Gerakan yang kompak dan penuh semangat menggambarkan kekayaan budaya sekaligus semangat persatuan masyarakat Kalteng.

Pertunjukan dilanjutkan dengan atraksi silat. Para prajurit menunjukkan ketangkasan bela diri melalui berbagai gerakan cepat, terukur dan penuh kekompakan.

Suasana kemudian berubah menegangkan saat prajurit menampilkan simulasi pembebasan Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran.

Dalam skenario tersebut, Agustiar dikisahkan disandera saat melakukan peninjauan ke Koperasi Merah Putih. Pasukan langsung bergerak melakukan operasi penyelamatan.

Dengan gerakan taktis dan terkoordinasi, personel mengamankan lokasi penyanderaan. Setelah ancaman berhasil dilumpuhkan, Gubernur kemudian dievakuasi dari lokasi.

Simulasi tersebut menggambarkan kesiapan prajurit dalam menghadapi situasi darurat, terutama ketika harus melakukan penyelamatan terhadap pejabat maupun masyarakat yang berada dalam ancaman.

Usai aksi pembebasan, perhatian penonton beralih ke udara. Atraksi terjun payung ditampilkan personel TNI.

Para penerjun melayang dari ketinggian sebelum mendarat di area yang telah ditentukan. Aksi tersebut menunjukkan keberanian, keterampilan dan ketepatan prajurit dalam menjalankan tugas.

Rangkaian atraksi kemudian ditutup dengan defile personel TNI AD. Barisan prajurit berjalan dengan penuh disiplin dan kekompakan di hadapan para tamu undangan.

Defile tersebut menjadi gambaran soliditas sekaligus kesiapan prajurit Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan membantu masyarakat.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, peringatan satu tahun Kodam XXII/Tambun Bungai bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Setahun Kodam XXII menjadi tonggak untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kita kepada bangsa dan negara, khususnya di tanah Kalimantan yang sarat dengan nilai-nilai luhur,” kata Zainul.

Ia mengingatkan seluruh prajurit agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan tugas ke depan semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Menghadapi dinamika dan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan sarat dengan ketidakpastian, saya menekankan kepada seluruh prajurit Kodam agar jangan pernah berpuas diri,” tegasnya.

Zainul meminta kemampuan prajurit terus diasah, kesiapan operasional ditingkatkan serta perkembangan teknologi dan situasi sosial di wilayah tugas masing-masing terus diikuti.

“Kita harus terus mengasah kemampuan, meningkatkan kesiapan operasional serta tanggap terhadap perkembangan teknologi dan situasi sosial di wilayah tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia juga meminta prajurit tetap memegang jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional yang selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

“Jadilah tentara modern sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang selalu hadir memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat,” katanya.

Zainul mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat sinergi untuk menjaga keamanan serta mendukung kemajuan daerah.

“Mari kita bersama-sama bahu-membahu dengan para gubernur, Kapolda dan seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta mengawal kemajuan daerah demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (sb/*)