Yohanes Freddy Ering
SB, PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mulai mempertanyakan kinerja sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, meminta pemerintah daerah tidak sekadar mempertahankan keberadaan BUMD, tetapi memastikan perusahaan tersebut mampu menghasilkan keuntungan.
“Jangan sampai BUMD hanya berdiri sebagai perusahaan milik daerah, tetapi kontribusinya terhadap PAD sangat kecil,” tegas Freddy.
Menurutnya, potensi bisnis BUMD di Kalteng sebenarnya cukup besar. Peluang kerja sama dengan perusahaan besar hingga sektor distribusi barang dan jasa dinilai bisa menjadi sumber pendapatan baru.
“Peluangnya banyak. Tinggal bagaimana BUMD berani mengambil peluang dan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar,” ujarnya.
Freddy menyebut Bank Kalteng, Jamkrida, hingga PT Banama Tingang Makmur perlu terus didorong meningkatkan kinerja. Evaluasi dinilai penting untuk melihat apakah strategi bisnis dan pengelolaan perusahaan selama ini sudah berjalan efektif.
“Kami terus mendorong agar seluruh BUMD menunjukkan kinerja optimal. Kalau ada yang belum maksimal, tentu harus dibenahi,” katanya.
Ia menegaskan penguatan manajemen dan perubahan strategi bisnis harus menjadi perhatian. DPRD berharap BUMD ke depan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memberikan keuntungan yang nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kalteng. (sb/*)