seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Pasien BPJS Kini Bisa Jalani Kemoterapi di RSUD Murjani Sampit

by Redaksi - Tanggal 20-08-2026,   jam 13:54:56
Wadir Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hermawan Wadir Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hermawan

SB, SAMPIT- Kabar baik bagi peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kini pasien BPJS dapat menjalani layanan kemoterapi di RSUD dr Murjani Sampit tanpa harus dirujuk ke Palangka Raya.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr. Anggun Iman Hernawan, mengatakan layanan kemoterapi bagi peserta BPJS telah memperoleh izin operasional sehingga pembiayaannya dapat ditanggung sesuai ketentuan BPJS Kesehatan.

“Pasien BPJS bisa terlayani untuk kemoterapi. Jadi tidak perlu ke Palangka Raya,” ujar dr. Anggun.

Ia menjelaskan, proses perizinan telah diperjuangkan sejak 2023. Saat itu, Deputi BPJS Kesehatan datang untuk memberikan dukungan terhadap operasional layanan kemoterapi bagi peserta JKN di RSUD dr Murjani. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah didukung Menteri Kesehatan, mereka menyarankan supaya dipercepat,” katanya.

Menurut dr. Anggun, biaya kemoterapi tergolong sangat tinggi karena penanganan kanker merupakan terapi jangka panjang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, kehadiran layanan yang ditanggung BPJS diharapkan mampu meringankan beban ekonomi pasien.

RSUD dr Murjani sendiri telah membuka layanan kemoterapi sejak 2022. Namun selama beberapa tahun terakhir, layanan tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh pasien umum dengan biaya berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk satu paket terapi.

Saat ini, rumah sakit melayani rata-rata 1–2 pasien kemoterapi setiap bulan, yang sebagian besar merupakan penderita kanker payudara.

“Rata-rata ada 1–2 pasien kemo setiap bulan. Karena kanker termasuk penyakit berat, terapinya berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Dengan adanya layanan BPJS, tentu ini sangat membantu pasien,” pungkasnya. (f1/sb)