seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Warga Pulau Hanaut Krisis Air Bersih, Pemkab Kotim Siapkan Distribusi

by Redaksi - Tanggal 21-08-2026,   jam 12:34:52
Wakil Bupati Kotim Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Wakil Bupati Kotim Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Musim kemarau mulai membuat warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur (Kotim), kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, hampir seluruh desa di Pulau Hanaut terdampak. Air masih tersedia, tetapi kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi karena terasa asin hingga pahit akibat intrusi air laut.

“Kalau air ada, tapi air bersih untuk konsumsi yang tidak ada. Kalau musim kemarau seperti ini, airnya asin dan bahkan ada yang pahit,” ujar Irawati, Jumat (21/8/2026).

Kondisi itu membuat warga harus membeli air bersih. Harga satu drum air dilaporkan mencapai sekitar Rp40 ribu, yang biasanya hanya cukup untuk kebutuhan makan dan minum.

Pemkab Kotim sebenarnya sudah menyiapkan rencana distribusi air bersih. Namun, pengiriman ke Pulau Hanaut terkendala keterbatasan tandon dan biaya angkutan menggunakan kapal.

“Kalau kapalnya ada, terus tandonnya yang tidak ada. Kita kan berbayar, yang membayar ini siapa?,” kata Irawati.

Ia memastikan pemerintah daerah akan segera mencari solusi. Anggaran tambahan untuk penanganan kekeringan dan karhutla juga telah disiapkan, termasuk untuk wilayah Pulau Hanaut. “Saya segera menelepon Camat Pulau Hanaut untuk melakukan pendistribusian kepada warga desa yang ada di sana,” tegasnya.

Krisis air bersih juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Mentawa Baru Ketapang, Telaga Antang dan Antang Kalang. Sebagian wilayah tersebut belum terjangkau jaringan PDAM.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kotim juga akan menggandeng perusahaan perkebunan di sekitar wilayah terdampak agar ikut membantu penyediaan dan distribusi air bersih selama musim kemarau. (f1/sb)