Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kunjungan Gubernur Kalteng, Bupati Kotim Minta Dukungan Waterbombing untuk Atasi Karhutla di Kawasan

Redaksi 28-08-2026, 18:52 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim Halikinnor saat menerima kunjungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng, pada Jumat (28/8/2026). FOTO: ABU/SB
Bupati Kotim Halikinnor saat menerima kunjungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng, pada Jumat (28/8/2026). FOTO: ABU/SB

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah ke Sampit, pada Jumat (28/8/2026).

Kunjungan tersebut dinilai membawa manfaat bagi masyarakat Kotim, salah satunya melalui pelaksanaan gerakan pangan murah dan pembagian sembako.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pak Gubernur, Pak Pangdam, Pak Kapolda dan seluruh jajaran Forkopimda Provinsi yang telah datang ke Kotim,” kata Halikinnor.

Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi, Halikinnor mengatakan Pemkab Kotim terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu penanganan kebakaran.

Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah diarahkan untuk berperan aktif dalam mendukung pemadaman. Setiap OPD diwajibkan menyiapkan satu kendaraan dan satu tangki air untuk membantu kebutuhan pemadaman.

“Sekarang kami kerahkan semua upaya. Semua OPD wajib membawa satu mobil dan satu tangki air untuk membantu pemadam. Jadi mobil pemadam tidak lagi bergerak sendiri untuk mengisi air, karena sekarang pengisian air dibantu oleh OPD,” ujarnya.

Namun, Halikinnor mengakui salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan sumber air. Sejumlah embung dan hidran yang sebelumnya digunakan untuk mengisi air kini mulai kosong.

“Kemarin-kemarin kita mengambil air dari embung-embung dan hidran yang ada. Sekarang sudah habis. Karena itu, saat ini kita mulai mengambil air langsung dari Sungai Mentaya,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla.

Halikinnor mengingatkan, kebakaran yang sempat berhasil dipadamkan dapat kembali muncul beberapa hari kemudian, terutama ketika kondisi angin cukup kencang.

“Kita mengimbau masyarakat, seperti yang disampaikan Pak Pangdam, apabila melihat ada tetangga yang sengaja membakar, tolong segera informasikan. Karena akibat satu orang membakar, dampaknya dirasakan oleh kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor juga menyampaikan kebutuhan tambahan sarana dan prasarana untuk memperkuat penanganan karhutla. 

Selain kendaraan tangki, menurutnya, dukungan pesawat waterbombing sangat dibutuhkan, khususnya untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.

“Yang kami butuhkan, di samping sarana dan prasarana berupa tangki yang tadi masih kurang, terutama waterbombing. Karena khususnya kebakaran yang agak masuk ke hutan, tidak mungkin dijangkau dengan kekuatan pasukan darat,” katanya.

Halikinnor berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat membantu penyediaan dukungan waterbombing sehingga penanganan karhutla di wilayah Kotim dapat dilakukan lebih maksimal.

“Mudah-mudahan nanti Pak Gubernur dan Pemerintah Provinsi bisa membantu, khususnya untuk waterbombing,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard