Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Sekolah di Kotim Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Redaksi 30-10-2026, 11:39 WIB 2 menit baca
Tampak pembelajaran tatap muka usai PJJ akibat kabut asap. (FOTO: ISTIMEWA)
Tampak pembelajaran tatap muka usai PJJ akibat kabut asap. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) seiring dengan kondisi cuaca yang berangsur membaik dan menyesuaikan situasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan pelaksanaan PTM tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan kepala daerah. Dalam ketentuan tersebut, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

"Setelah menyesuaikan dengan kondisi cuaca saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka. Hanya saja, pelaksanaannya tetap mengacu pada surat edaran yang telah dikeluarkan kepala daerah," ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, penerapan pembelajaran tatap muka maupun belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih bersifat kondisional.

Keputusan pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing kepala satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah.

Menurutnya, apabila kondisi di wilayah sekolah sudah memungkinkan dan dinilai aman untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung, maka sekolah diharapkan dapat kembali melaksanakan PTM.

"Kami berharap jika kondisi memang sangat memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, maka proses pembelajaran bisa kembali dilakukan secara langsung," jelasnya.

Yolanda mengungkapkan, berdasarkan dashboard Dinas Pendidikan Kotim, masih terdapat sekitar 400 satuan pendidikan yang tercatat melaksanakan pembelajaran dari rumah. Namun, data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi terkini karena adanya keterlambatan pembaruan.

"Kalau secara dashboard memang masih ada sekitar 400 satuan pendidikan yang tercatat melakukan pembelajaran dari rumah. Tetapi dalam pelaksanaannya, ada juga sekolah yang sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka," ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terbaru secara menyeluruh dari seluruh satuan pendidikan terkait jumlah sekolah yang masih menerapkan BDR maupun yang sudah kembali melaksanakan PTM.

Ia menegaskan, pihaknya terus menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di masing-masing wilayah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan peserta didik. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard