Kemasan Produk UMKM Lamandau Disorot, 40 Pelaku Usaha Didorong Naik Kelas
SB, NANGA BULIK – Produk lokal Kabupaten Lamandau didorong tidak hanya unggul dari segi kualitas, tetapi juga memiliki kemasan menarik agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Inovasi kemasan dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai jual sekaligus menarik minat konsumen terhadap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Sosialisasi dan Pelatihan Inovasi Kemasan Produk untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM yang digelar di Aula Kantor Inspektorat, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini dibuka Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan SDA Setda Lamandau, Meigo Basel, mewakili Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Meigo Basel, disampaikan bahwa Lamandau memiliki beragam produk lokal dengan kualitas dan keunikan tersendiri. Namun, potensi tersebut perlu didukung inovasi agar produk daerah tidak kalah bersaing dengan barang sejenis di pasaran.
“Kemasan yang menarik, berkualitas, dan informatif tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menambah nilai jual dan menarik minat konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, kemasan bukan sekadar pembungkus, melainkan bagian penting dari strategi pemasaran. Tampilan yang menarik, informasi produk yang jelas, serta kualitas kemasan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuat produk lokal lebih mudah dikenali.
Selain memperbaiki kemasan, pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran. Media sosial dan platform perdagangan elektronik atau e-commerce dapat menjadi sarana promosi yang efektif agar produk Lamandau menjangkau konsumen di luar daerah.
Pemanfaatan pemasaran digital diharapkan mampu membuka peluang pasar baru, meningkatkan penjualan, serta mendorong pertumbuhan pendapatan pelaku usaha. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan berkembang dan bersaing pada tingkat yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kabupaten Lamandau, Hendroplin Minsen Djaliwan, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 40 pelaku UMKM. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Klinik Kemasan, BPJSTK Lamandau, dan Tim UKPBJ.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengembangkan desain serta kualitas kemasan produk. Ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan langsung pada usaha masing-masing sehingga produk lokal Lamandau semakin menarik, memiliki daya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. (sb/*)