Lewati ke konten utama
OLAHRAGA

Kalah dari Arema, Adaptasi Isenmulang Kalteng Jadi Perhatian

Redaksi 04-09-2026, 22:57 WIB 2 menit baca
Pemain Isenmulang Kalteng FC dan Arema FC berduel dalam pertandingan pembuka Indonesia Super League 2026/2027, pada Jumat (4/9/2026). FOTO: ISENMULANG KALTENG/SB
Pemain Isenmulang Kalteng FC dan Arema FC berduel dalam pertandingan pembuka Indonesia Super League 2026/2027, pada Jumat (4/9/2026). FOTO: ISENMULANG KALTENG/SB

SB, MALANG - Hasil kurang memuaskan didapatkan Tim Isenmulang Kalteng FC dalam laga perdana BRI Super League 2026/2027, setelah kalah 0-4 dari Arema FC, pada Jumat (4/9/2026). 

Hal yang menjadi perhatian masih membutuhkan proses adaptasi setelah menjalani pertandingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menilai cepatnya gol yang terjadi menjadi salah satu faktor yang membuat timnya kesulitan dalam pertandingan.

Mundari menilai perbedaan intensitas dan tuntutan permainan di level BRI Super League 2026/2027 menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Isenmulang Kalteng FC yang sebelumnya berkompetisi di Liga 2.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, adaptasi kita memang belum cukup cepat. Kita bisa melihat bagaimana gol terjadi begitu cepat. Ini memang menjadi salah satu hal yang sudah kita perhitungkan, bagaimana tim yang sebelumnya bermain di Liga 2 harus beradaptasi dengan kasta tertinggi sepak bola Indonesia," ujar Mundari Karya.

Meski harus tertinggal lebih dahulu, Mundari melihat timnya mampu menunjukkan respons positif dan mulai menguasai jalannya pertandingan setelah gol tersebut terjadi.

"Gol-gol cepat itu yang membuat kita agak kesulitan. Tetapi setelah gol tersebut terjadi, saya pikir kita justru banyak menguasai pertandingan dan mampu memberikan perlawanan," jelasnya. 

Namun, tiga gol yang tercipta melalui situasi corner kick menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih dan akan menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

"Sekali lagi, tiga gol yang terjadi melalui corner akan menjadi bahan evaluasi kami. Saya berharap dari pertandingan ini anak-anak bisa lebih cepat memahami tuntutan bermain di Super League dan bisa segera beradaptasi dengan level kompetisi ini," tambahnya.

Sementara bek Isenmulang Kalteng FC, Leo Lelis, mengakui tim masih berada dalam proses adaptasi dengan kompetisi Super League. Menurutnya, pertandingan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pemain untuk memahami tuntutan di level tertinggi.

"Saya setuju dengan apa yang disampaikan Coach. Tim kami masih baru di Super League dan kami masih dalam proses beradaptasi dengan kompetisi ini. Hari ini kami memulai pertandingan dan kami harus terus belajar dari setiap pertandingan," ujar Leo Lelis.

Leo juga menyoroti gol yang terjadi menjelang akhir babak pertama serta tiga gol yang bersumber dari situasi bola mati. Menurutnya, aspek tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki oleh tim.

"Kami harus bekerja lebih keras, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati. Tiga gol yang kami terima berasal dari corner, jadi ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki dan evaluasi bersama," jelasnya. 

Selain tantangan di dalam pertandingan, Leo menyebut kondisi persiapan tim juga menjadi salah satu faktor yang harus dihadapi Isenmulang Kalteng FC. Tim sebelumnya tidak dapat menjalani latihan di Palangka Raya akibat kondisi kabut asap.

"Kami juga tidak bisa menjalani latihan di Palangka Raya karena kondisi asap. Jadi kami harus tetap bekerja keras dan beradaptasi dengan situasi yang ada. Yang terpenting sekarang adalah kami terus bekerja, belajar, dan menjadi lebih baik untuk pertandingan berikutnya," pungkasnya. (sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard