Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Maulid Nabi dan Milad ke-2 Tanwirul Muslimin, Gubernur Agustiar Ajak Santri Jadi Generasi Berakhlak

Redaksi 28-09-2026, 10:11 WIB 3 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika menghadiri Maulid Nabi dan Milad ke-2 Tanwirul Muslimin. (FOTO:ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika menghadiri Maulid Nabi dan Milad ke-2 Tanwirul Muslimin. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin, Palangka Raya, menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Agustiar Sabran mengatakan, Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid menjadi kesempatan untuk bercermin dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Agustiar saat menghadiri Peringatan Maulid Rasul sekaligus Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin di Jalan Talawang Raya, Palangka Raya, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin, pendidik, sekaligus motivator yang memiliki fondasi akhlak mulia. Nilai tersebut tercermin melalui sifat siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, fathanah atau cerdas, serta tabligh atau berani menyampaikan kebenaran.

“Nilai-nilai inilah yang harus tertanam kuat di dalam dada anak-anakku para santri Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin. Masa depan Kalimantan Tengah ada di tangan generasi muda,” tegas Agustiar.

Ia menilai, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin yang telah memasuki usia ke-2 tahun. Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam mencetak generasi muda Kalteng yang berkualitas dan berakhlak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin yang telah memasuki usia ke-2 tahun. Semoga terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai keteladanan Rasulullah SAW, Gubernur Agustiar juga mengajak para santri, ulama, tokoh agama, dan seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan seiring kondisi Kalteng yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Agustiar mengajak masyarakat meneladani ajaran Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam. Menurutnya, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari berbagai tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan.

“Kita harus menjadi rahmat bagi semesta alam. Salah satunya dengan menjaga lingkungan, melestarikannya, dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak lingkungan hidup,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi karhutla. Kepedulian tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan dengan saling mengingatkan, membantu petugas maupun relawan yang berada di lapangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Di samping upaya penanganan secara langsung, Agustiar mengajak masyarakat memperbanyak doa dan istigfar agar Allah SWT menurunkan hujan secara merata di wilayah Kalteng.

“Kita terus melakukan ikhtiar lahiriah bersama pemerintah dan Tim Satgas. Tetapi, kita juga harus memperbanyak doa dan istigfar, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang merata,” tuturnya.

Agustiar menekankan bahwa persoalan karhutla membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi bencana tersebut.

“Kalau kita tercerai-berai, kita tidak akan kuat. Tapi kalau kita bersatu, kita akan kuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Al Habib Syafiq Bin Ali Ridho BSA dalam tausiyahnya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali melihat dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Ia menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT bukan hanya untuk menyampaikan risalah, tetapi juga menjadi teladan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.

“Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk benar-benar menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjaga lingkungan.

Peringatan Maulid Nabi tersebut sekaligus dirangkai dengan Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin serta penyerahan Piagam Statistik Pesantren dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kepada Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda atau yang mewakili, sejumlah kepala OPD Pemerintah Provinsi Kalteng, Pengasuh dan Pemimpin Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin H. Muhammad Al Ghifari, serta para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan, akhlak, kepedulian sosial, serta semangat berkontribusi bagi daerah. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard