Kemarau dan Karhutla Tekan Warga Kotim, Irawati: Pemerintah Tak Boleh Diam
SB, SAMPIT – Kemarau panjang tak hanya membuat warga Kotawaringin Timur (Kotim) kesulitan mendapatkan air bersih. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terus membayangi sejumlah wilayah.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat. Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut langkah tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit. Apresiasi itu disampaikan Irawati saat mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyerahkan bantuan di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Minggu (4/10/2026).
Bantuan yang disalurkan mencakup pangan, Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), air bersih, masker, vitamin hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” kata Irawati.
Bagi Irawati, kehadiran gubernur di tengah masyarakat memiliki arti lebih dari sekadar penyerahan bantuan.
“Beliau hadir bersama kita karena sayang kepada masyarakat. Beliau ingin memastikan bahwa kita tidak sendiri menghadapi bencana ini,” ujarnya.
Persoalan kekeringan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Pasalnya, kemarau panjang membuat kebutuhan air bersih meningkat. Irawati mengungkapkan distribusi air bersih kepada masyarakat Kotim telah dilakukan secara berkelanjutan selama sekitar empat bulan.
“Bantuan air bersih ini bukan hanya sekarang, tetapi sudah berjalan sekitar empat bulan sebelumnya. Ini menunjukkan perhatian yang besar dari Bapak Gubernur kepada masyarakat Kotim,” tuturnya.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi sangat penting bagi warga yang terdampak kekeringan. Irawati menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah kabupaten atau petugas pemadam. Sinergi harus dibangun mulai dari pemerintah pusat, Pemprov Kalteng, Pemkab Kotim hingga pemerintah desa dan kelurahan.
“Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten sampai tingkat desa dan kelurahan terus terjalin. Saat bencana terjadi, kita sama-sama bergotong royong agar persoalan ini segera teratasi,” ucapnya.
Apresiasi juga diberikan kepada BPBD, Damkar, TNI, Polri dan para relawan yang terus berjibaku di lapangan.
Irawati menyebut para petugas bekerja siang dan malam untuk mencegah karhutla meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
“Terima kasih kepada petugas dan para relawan yang tidak henti-hentinya membantu penanganan karhutla di Kabupaten Kotim sehingga kondisi dapat segera pulih,” katanya.
Irawati berharap penanganan karhutla dan kekeringan dapat terus dilakukan secara konsisten hingga kondisi masyarakat kembali normal. Ia juga mengajak masyarakat mendoakan keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih bertugas di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Irawati turut menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Kotim Halikinnor yang berhalangan hadir karena sedang membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotim di Kecamatan Mentaya Hulu.
Karhutla dan kekeringan boleh menjadi ujian, tetapi bagi Irawati, warga Kotim tidak boleh dibiarkan menghadapi ujian itu sendirian. (f1/sb)