Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Turun Langsung Serahkan Bantuan Sosial kepada Relawan Karhutla dan MPA di Mentaya Hulu

Redaksi 03-10-2026, 12:34 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor menyerahkan bansos kepada relawan penanganan karhutla dan MPA. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor menyerahkan bansos kepada relawan penanganan karhutla dan MPA. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyerahkan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada keluarga relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta masyarakat peduli api (MPA) di Kecamatan Mentaya Hulu, Sabtu (3/10/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para relawan yang selama ini turut membantu penanganan karhutla, khususnya di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kotim.

Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah secara bertahap akan memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana, termasuk armada pemadam kebakaran. Ia mengupayakan agar setiap kecamatan nantinya memiliki armada pemadam yang dapat digunakan untuk merespons kejadian karhutla secara cepat.

“Secara bertahap kita upayakan. Walaupun saat ini masih dalam kondisi efisiensi, kebutuhan armada pemadam kebakaran tetap kita pertimbangkan,” kata Halikinnor.

Selain armada pemadam, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, persoalan air bersih menjadi salah satu kendala yang dirasakan masyarakat selama musim kemarau.

“Termasuk kebutuhan air bersih, ini juga menjadi kendala,” ujarnya.

Halikinnor juga menyoroti kondisi Kantor Kecamatan Mentaya Hulu yang memiliki nilai sejarah. Kecamatan tersebut merupakan kecamatan induk yang telah melahirkan enam kecamatan hasil pemekaran.

Karena itu, ia meminta agar rencana renovasi kantor kecamatan tetap mempertahankan ciri khas dan nilai sejarah bangunan tersebut. Renovasi akan dilakukan terlebih dahulu secara bertahap, sementara untuk pengembangan ke depan akan dipertimbangkan desain yang mencerminkan karakter daerah.

“Ini kecamatan sejarah, kecamatan induk yang melahirkan enam kecamatan. Jadi desainnya jangan sampai menghilangkan ciri khas dan nilai sejarahnya,” jelasnya.

Halikinnor mengatakan, pada 2027 pihaknya akan mempertimbangkan konsultasi desain untuk penataan kantor Kecamatan Mentaya Hulu agar tetap memiliki nuansa kedaerahan.

Selain mengantisipasi karhutla, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan langkah menghadapi potensi bencana setelah musim kemarau. 

Halikinnor mengingatkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, musim kemarau panjang biasanya dapat diikuti peningkatan risiko banjir ketika curah hujan kembali tinggi.

“Setelah habis kemarau, biasanya pasti banjir. Ini yang harus kita antisipasi ke depan. Setelah ini kita juga akan memperbanyak sembako untuk mengantisipasi bantuan bagi warga yang terdampak banjir,” katanya.

Ia menegaskan, bantuan sembako dan penguatan sarana penanggulangan bencana merupakan bagian dari bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat sekaligus relawan yang telah membantu menghadapi bencana di wilayah Kotim. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard