Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tinjau Proyek Drainase Jalan Panjaitan, Halikinnor Sebut Target Rampung Akhir 2026

Redaksi 01-10-2026, 20:27 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika meninjau pengerjaan proyek drainase di Jalan Panjaitan. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika meninjau pengerjaan proyek drainase di Jalan Panjaitan. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meninjau pembangunan drainase permanen di sejumlah titik di Kota Sampit, khususnya di kawasan Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Panjaitan, Kamis (1/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait genangan dan banjir yang kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi.

Halikinnor mengatakan, pembangunan drainase permanen diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi persoalan banjir, terutama di kawasan yang selama ini memiliki tingkat genangan cukup tinggi.

“Selama ini yang sering dikeluhkan warga kita, apabila saat hujan, apalagi intensitasnya cukup tinggi, terjadi genangan air bahkan banjir. Kita berharap dengan dibangun secara permanen ini nanti, masalah banjir bisa teratasi,” ujar Halikinnor.

Menurutnya, penanganan drainase tidak hanya dilakukan di kawasan tersebut, tetapi akan dilanjutkan secara bertahap ke sejumlah wilayah lainnya, termasuk arah Jalan Pelita hingga kawasan Baamang.

“Walaupun ini sebenarnya masih banyak. Arah ke Pelita sampai ke kawasan atas juga nanti secara bertahap, menyesuaikan kemampuan pembangunan daerah kita,” katanya.

Halikinnor menjelaskan, pembangunan drainase di kawasan Jalan Tjilik Riwut juga mempertimbangkan tingginya aktivitas kendaraan karena ruas tersebut merupakan salah satu jalur arus dari jalan nasional menuju jalan kabupaten.

Untuk konstruksinya, pemerintah menggunakan sistem yang berbeda pada sejumlah titik. Ada bagian yang menggunakan sistem pengecoran, sementara di lokasi lain menggunakan konstruksi beton pracetak yang dinilai lebih kuat meskipun membutuhkan biaya lebih besar.

“Di sini sistem cor, di sana sistem langsung menggunakan beton pracetak. Bedanya memang lebih mahal, tetapi itu lebih kuat,” jelasnya.

Drainase tersebut nantinya juga akan menampung aliran air dari kawasan Pelita dan sekitarnya. Dinas Pekerjaan Umum juga merencanakan pembukaan salah satu akses untuk dijadikan saluran pembuangan air.

“Ada salah satu jalan yang nanti mungkin kita buka. Jalan itu dibuat menjadi saluran, tetapi bagian atasnya tetap kita tutup, sehingga tetap bisa digunakan dan pekerjaan ini tidak hilang fungsinya,” terang Halikinnor.

Terkait target penyelesaian, Halikinnor memastikan pembangunan drainase tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 sesuai dengan kontrak pekerjaan.

Ia mengakui awalnya agak lambat karena proses pemasangan, tetapi nanti akan lebih cepat dan sesuai kontrak, akhir tahun selesai

Sementara terkait aktivitas masyarakat selama proses pembangunan, Halikinnor menyebut warga, termasuk para pedagang di sepanjang lokasi pekerjaan, dapat memahami kondisi tersebut.

Menurutnya, sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sebelum pekerjaan ini, pemerintah daerah khususnya Dinas PU sudah melakukan sosialisasi dan warga juga menerima. Tadi saya tanyakan langsung, terutama kepada yang berjualan. Kalau yang berjualan saja merasa tidak terganggu, apalagi masyarakat lainnya,” ujarnya.

Halikinnor pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan tersebut serta meminta maaf apabila selama pekerjaan berlangsung terjadi gangguan terhadap arus lalu lintas maupun aktivitas warga.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga. Saya juga minta maaf, mungkin selama pekerjaan jalan agak terganggu lalu lintasnya. Tetapi ini demi kenyamanan kita semua,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard