Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Perpanjangan Runway Bandara H Asan, Pemkab Kotim Siapkan Jalur Alternatif

Redaksi 02-10-2026, 16:08 WIB 2 menit baca
Kadishub Kotim, Raihansyah
Kadishub Kotim, Raihansyah

SB, SAMPIT - Rencana pengembangan Bandara H Asan Sampit berdampak pada akses Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu yang akan ditutup. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kini mulai menyiapkan jalur alternatif untuk memangkas jarak tempuh masyarakat.

Penutupan Jalan Tjilik Riwut tersebut berkaitan dengan proyek perpanjangan runway Bandara H Asan serta pembangunan pagar Runway End Safety Area (RESA) di sisi barat landasan pacu. Penutupan jalan diperkirakan mulai dilakukan pada November 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pihak Bandara H Asan terkait rencana tersebut.

“Jadi itu sebenarnya adalah proyek dari pusat untuk perpanjangan runway Bandara H Asan dan sekarang di 2026 ini ada pemagaran untuk RESA-nya yang di sebelah barat. Otomatis jalan itu akan kita tutup nantinya setelah selesai semua pekerjaan pemagaran,” kata Raihansyah, Jumat (2/10/2026).

Sebagai jalur sementara, masyarakat nantinya dapat menggunakan Jalan Jaksa Agung yang terhubung dengan Jalan Lingkar Utara Sampit. Namun, rute tersebut dinilai membuat jarak tempuh masyarakat menjadi lebih jauh.

Karena itu, Dishub Kotim tengah mengkaji kemungkinan membuka jalur baru di sekitar kawasan bandara. Jalur tersebut diharapkan dapat memangkas jarak tempuh, khususnya bagi masyarakat yang bepergian dari arah Palangka Raya menuju Kota Sampit maupun sebaliknya.

“Selain nanti memutar lewat Jalan Jaksa itu, kami mencoba untuk mengefisiensikan jalur, artinya membuat jalur baru di sekitaran bandara itu,” ujarnya.

Raihansyah menjelaskan, berdasarkan pemetaan awal, jalur baru tersebut direncanakan mengikuti sisi panjang landasan pacu.

Dari arah Palangka Raya, kendaraan tetap melintasi kawasan tikungan tajam yang ada saat ini, kemudian jalur dibuat lurus hingga mendekati ujung runway sebelum berbelok dan terhubung kembali ke Jalan Jaksa Agung.

“Kalau kemarin kami petakan itu, kalau kita dari arah Palangka Raya itu tetap sampai dengan nanasan tikungan tajam yang sekarang, lurus sampai nanti ujung runway di mana nanti perkembangan runway itu baru mentok ke Jalan Jaksa lagi. Itu perencanaan kami kemarin,” jelasnya.

Meski demikian, rencana pembangunan jalur baru tersebut belum dapat langsung direalisasikan. Pemkab Kotim masih perlu melakukan pengukuran lapangan, kajian teknis, penyusunan feasibility study (FS), hingga Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Selain itu, pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan anggaran serta kemungkinan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut.

“Sudah ada kami petakan itu di situ, tinggal kami mengukur dan dengan dinas teknis untuk menghitung pembiayaan untuk jalan itu. Otomatis itu ada pembebasan lahan untuk jalan itu,” tambah Raihansyah.

Sambil menunggu kajian dan perencanaan jalur baru tersebut selesai, Jalan Jaksa Agung yang terhubung dengan Jalan Lingkar Utara tetap disiapkan sebagai jalur alternatif apabila Jalan Tjilik Riwut di ujung runway resmi ditutup.(f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard