Jalan Jaksa Jadi Jalur Alternatif, Pengaspalan Ditargetkan November
SB, SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memperkuat Jalan Jaksa sebagai jalur alternatif setelah Jalan Jenderal Sudirman ditutup untuk mendukung pengembangan kawasan Bandara H. Asan Sampit.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dinar Trisna, mengatakan Jalan Jaksa kini sudah bisa digunakan masyarakat.
“Jalan Jenderal Sudirman sudah ditutup karena ada pengembangan kawasan bandara. Sesuai instruksi Pak Bupati, Jalan Jaksa sudah kami fungsikan,” kata Mentana, Kamis (8/10/2026).
Sebelum difungsikan, ruas jalan sepanjang sekitar 800-900 meter itu telah diperkuat dengan material agregat. Pemkab Kotim selanjutnya menyiapkan pengaspalan pada bagian jalan yang membutuhkan penanganan.
“Proyeksinya kita lanjutkan dengan pengaspalan. Sekarang proses pengadaan barang dan jasa berjalan, tinggal menunggu pengesahan APBD Perubahan,” ujarnya.
Mentana menargetkan pengaspalan bisa dimulai November atau paling lambat akhir 2026.
“Kami masih optimistis. Mudah-mudahan November sudah bisa mulai diaspal, atau paling lambat akhir tahun ini,” katanya.
Namun, pengaspalan tidak akan dilakukan di seluruh ruas jalan. Pemkab akan memprioritaskan titik yang rusak atau membutuhkan penanganan.
“Tidak semuanya diaspal. Kita fokus pada spot-spot yang memang perlu ditangani karena sebagian kondisi jalannya masih bagus,” jelasnya.
Selain badan jalan, Pemkab Kotim juga akan membenahi titik yang kerap tergenang. Sejumlah bagian jalan yang sebelumnya ditinggikan menggunakan agregat akan diperkuat kembali sekaligus disertai perbaikan drainase.
“Bagian yang sering tergenang sudah kita tinggikan dengan agregat. Nanti kita aspal dan drainasenya juga kita benahi,” ungkap Mentana.
Penanganan drainase akan dilakukan melalui kegiatan pemeliharaan. Alat berat, termasuk ekskavator, disiapkan untuk membantu membuka dan memperlancar aliran air di lokasi yang rawan genangan.
Selain Jalan Jaksa, Jalan Bangkirai juga sudah difungsikan sebagai jalur alternatif. Ruas ini saat ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Jalan Bangkirai sudah fungsional dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisinya sekarang agregat B dan ke depan akan kita tingkatkan menjadi jalan aspal,” tutur Mentana.
Meski demikian, peningkatan Jalan Bangkirai belum menjadi prioritas pada 2026. Pemkab Kotim akan melihat kondisi keuangan daerah untuk menentukan kelanjutan penanganannya pada 2027.
“Untuk tahun ini fokus kita di Jalan Jaksa. Jalan Bangkirai nanti kita lihat pada 2027, tergantung kemampuan keuangan daerah. Yang penting sekarang jalannya sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (sb/*)