Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dishub Evaluasi Penutupan Jalan, Rambu Ditambah dan Debu segera Ditangani

Redaksi 16-10-2026, 13:57 WIB 2 menit baca
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah

SB, SAMPIT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengevaluasi rencana penutupan permanen jalan di sekitar Bandara H Asan Sampit.

Evaluasi dilakukan setelah empat hari pelaksanaan sosialisasi dan simulasi, dengan memperhatikan masukan pengguna jalan, warga sekitar, serta pedagang di kawasan tersebut.

Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan, hasil evaluasi menemukan sejumlah persoalan yang perlu ditangani sebelum penutupan jalan diberlakukan secara permanen. 

Di antaranya, minimnya rambu petunjuk arah, debu akibat pekerjaan perbaikan jalan, serta pengaturan akses bagi masyarakat dan pedagang.

“Dari hasil pantauan kami di media sosial, wawancara dengan pengguna jalan, warga sekitar Bengkirai, dan para pedagang di sekitar bandara, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan perlu kami evaluasi,” ujarnya.

Menurut Raihansyah, salah satu keluhan utama pengguna jalan adalah kurangnya rambu petunjuk arah. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pengendara kebingungan hingga tersasar ke kawasan Lingkar Utara dan arah Desa Kandang.

Karena itu, Dishub akan menambah rambu petunjuk arah agar pengguna jalan dapat memahami jalur alternatif yang harus dilalui ketika penutupan diberlakukan.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan debu dari ruas jalan yang sedang diperbaiki sepanjang kurang lebih 800 meter. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah menyampaikan rencana pengaspalan pada November 2026.

“Sambil menunggu pengaspalan, kami akan melakukan mitigasi dengan penyiraman secara kontinu. Pelaksanaannya akan dibantu teman-teman dari Damkar, DLH, dan Dinas PU,” jelasnya.

Dishub juga menyiapkan penataan pedagang buah yang selama ini berjualan di sekitar bandara. Dalam perencanaan jangka panjang, pedagang buah seperti nanas, nangka, dan durian diarahkan menempati kawasan sepanjang Jalan Lingkar Utara hingga Desa Kandang.

Sementara itu, kondisi permukiman di sekitar Bengkirai turut menjadi perhatian. Menurut Raihansyah, kawasan tersebut cukup padat dan sebagian anak-anak menggunakan jalan untuk bermain karena kondisi sungai dinilai berbahaya, termasuk adanya potensi ancaman buaya.

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, Dishub akan menambah rambu dan mengatur agar ruas jalan di kawasan Bengkirai hanya digunakan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan roda dua.

“Untuk kendaraan roda dua yang melintas melalui Bengkirai, kami akan mengatur aksesnya. Di kawasan SPBU Kilometer 8, penutupan akan dilakukan dengan tetap menyediakan ruang khusus bagi sepeda motor, sehingga mobil tidak bisa melintas,” tegasnya.

Ia menambahkan, penutupan permanen belum dilakukan karena masih ada beberapa persiapan yang harus diselesaikan. Pemasangan rambu dan petunjuk arah harus dipastikan tuntas terlebih dahulu.

Selain itu, pihak bandara dijadwalkan berkoordinasi dengan sejumlah penyedia layanan telekomunikasi, termasuk Telkom, Telkomsel, dan Mentari, serta PLN. Koordinasi tersebut diperlukan karena masih terdapat kabel yang melintas di kawasan jalan yang akan ditutup.

“Setelah seluruh rambu dan petunjuk arah selesai, serta koordinasi terkait kabel yang melintas sudah dituntaskan, barulah penutupan total dilakukan,” pungkas Raihansyah (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard