Lewati ke konten utama
Pemkab Murung Raya

Cegah Pernikahan Dini hingga Perundungan, Pemkab Mura Siapkan Konselor Sebaya

Redaksi 27-10-2026, 17:57 WIB 2 menit baca
Pemkab Mura melaksanakan sosialisasi tentang pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba dan HIV Aids. (FOTO: ISTIMEWA)
Pemkab Mura melaksanakan sosialisasi tentang pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba dan HIV Aids. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PURUK CAHU – Ancaman pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS hingga perundungan menjadi tantangan yang harus dihadapi generasi muda. Untuk mencegah persoalan tersebut semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) memperkuat peran remaja melalui pelatihan pendidikan sebaya dan konselor sebaya.

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mura itu berlangsung di Aula Dinas PUPR setempat, Selasa (27/10/2026). Pelatihan diikuti pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja serta Forum Generasi Berencana (Genre).

Sekretaris Daerah Mura, Lynda Kristiane, membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Bupati Mura. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir, dan penentuan masa depan. Karena itu, remaja perlu dibekali pengetahuan serta kemampuan untuk menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka.

“Remaja menghadapi berbagai tantangan, mulai dari risiko perilaku seksual, HIV/AIDS, penyalahgunaan NAPZA, pernikahan usia anak, gangguan kesehatan mental hingga perundungan. Persoalan ini membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama,” demikian pesan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Lynda.

Menurutnya, penanganan persoalan remaja tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keluarga, lingkungan masyarakat, dan generasi muda harus terlibat aktif membangun ruang pergaulan yang aman, sehat, serta mendukung perkembangan karakter anak muda.

Pengurus PIK Remaja dan Forum Genre pun diharapkan tidak sekadar menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu mengambil peran sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Mereka diharapkan dapat menyebarkan informasi yang benar, memberikan edukasi, serta membantu teman sebaya memahami risiko dari perilaku yang dapat merugikan masa depan.

Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menjadi pendidik serta konselor sebaya.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena remaja umumnya lebih nyaman menyampaikan persoalan pribadi kepada teman seusia yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan dukungan secara tepat.

“Kita berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui komunikasi yang positif, edukasi yang benar, dan pendampingan bagi teman sebaya. Dengan demikian, remaja diharapkan semakin bijak dalam mengambil keputusan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Mura Rumiadi, Kepala DP3AP2KB Mura Pirman Prihatin, sejumlah pemangku kepentingan terkait, serta peserta pelatihan. Melalui penguatan kapasitas pendidik dan konselor sebaya, Pemkab Mura mendorong generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard