Bawaslu Kapuas Gandeng Komunitas Standupindo, Sosialisasikan Pengawasan Pemilu
SB, KUALA KAPUAS – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kapuas menggandeng komunitas Standupindo Kapuas untuk menyosialisasikan pengawasan partisipatif melalui kegiatan Stand Up Crowdwork Road to Saruan Tawa bertajuk “Kita Jodohkan”, yang berlangsung di Aula Bawaslu Kabupaten Kapuas, Jumat (30/10/2026) malam.
Mengangkat tema “Suara Rakyat untuk Pemilu yang Lebih Baik, Bersama Mengawasi, Bersama Menjaga Demokrasi”, kegiatan tersebut dikemas secara santai dan menghibur, sekaligus menjadi sarana mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya pemilu.
Sebelum acara dimulai, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang sosialisasi pengawasan partisipatif antara Bawaslu Kabupaten Kapuas dan komunitas Standupindo Kapuas. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kapuas, Iswahyudi Wibowo, bersama perwakilan pengurus Standupindo Kapuas.
Ketua Standupindo Kapuas, Dzikri Maulana Hasan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bawaslu serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi terjalinnya kolaborasi antara Bawaslu dan komunitas Standupindo Kapuas. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bawaslu serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan malam ini. Semoga ke depannya kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas, Iswahyudi Wibowo, dalam sambutannya menjelaskan tugas dan fungsi Bawaslu serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
Iswahyudi menekankan, salah satu tantangan dalam pengawasan pemilu adalah praktik politik uang. Menurutnya, praktik tersebut kerap dilakukan secara tertutup sehingga sulit diketahui oleh pengawas jika tidak ada informasi maupun laporan dari masyarakat.
“Pemilu yang demokratis, jujur, dan adil tidak bisa diwujudkan oleh Bawaslu sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menolak politik uang dan berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran,” tegasnya.
Menurutnya, sosialisasi melalui pendekatan kreatif seperti pertunjukan stand up comedy menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan pengawasan pemilu dengan lebih dekat kepada masyarakat. Selama ini, sosialisasi cenderung dilakukan melalui kegiatan formal, seperti pertemuan di sekolah maupun gedung pertemuan.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong generasi muda menjadi agen pengawasan pemilu dan turut menjaga kualitas demokrasi, khususnya dalam menyongsong tahapan Pemilu 2029.
Suasana acara semakin meriah dengan penampilan tiga komika, yakni Gabau, Riyan, dan Qomar sebagai headliner. Ketiganya membawakan materi komedi melalui teknik crowdwork, yaitu berinteraksi secara spontan dengan penonton sehingga menciptakan suasana pertunjukan yang komunikatif, atraktif, dan penuh kejutan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kapuas berharap pesan tentang pentingnya pengawasan partisipatif dapat diterima dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan. Kolaborasi bersama komunitas kreatif diharapkan terus berlanjut guna membangun kesadaran masyarakat dalam mengawal pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. (f4)