Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bunda PAUD Kotim Dievaluasi, Administrasi dan Kualitas Layanan Jadi Sorotan

Redaksi 06-11-2026, 12:07 WIB 2 menit baca
Pj Sekda Kotim, Diana Setiawan menghadiri evaluasi dan pemberian apresiasi Bunda PAUD tingkat kecamatan, kelurahan, desa serta PAUD Percontohan Holistik Integratif 2026, Jumat (6/11/2026). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pj Sekda Kotim, Diana Setiawan menghadiri evaluasi dan pemberian apresiasi Bunda PAUD tingkat kecamatan, kelurahan, desa serta PAUD Percontohan Holistik Integratif 2026, Jumat (6/11/2026). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satu upayanya melalui evaluasi dan pemberian apresiasi kepada Bunda PAUD tingkat kecamatan, kelurahan, desa serta PAUD Percontohan Holistik Integratif (HI) tahun 2026, Jumat (6/11/2026).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Diana Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi kinerja Bunda PAUD selama satu tahun.

“PAUD bukan hanya tempat anak belajar membaca, menulis dan berhitung. Lebih dari itu, PAUD harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan untuk mengembangkan seluruh potensi anak,” kata Diana.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus mencakup berbagai aspek, mulai dari perkembangan fisik, kecerdasan, sosial, emosional, bahasa hingga spiritual.

Karena itu, penerapan PAUD Holistik Integratif (HI) perlu diperkuat agar anak mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan secara terpadu.

“Kita berharap setiap anak di Kotim dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat, cerdas, ceria, berkarakter serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Diana juga mengingatkan bahwa Bunda PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Ia meminta Bunda PAUD memperkuat kerja sama dengan pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, tenaga pendidik, kader posyandu, puskesmas hingga masyarakat.

Sementara itu, Bunda PAUD Kotim, Khairiah Halikinnor, mengungkapkan bahwa evaluasi tahun ini masih menemukan sejumlah kekurangan, terutama dalam administrasi dan dokumentasi kegiatan.

“Alhamdulillah, kegiatan di lapangan sudah dilaksanakan. Namun, masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Apa yang menjadi kekurangan tahun ini akan kita benahi pada tahun depan,” ungkap Khairiah.

Ia menjelaskan, persoalan yang ditemukan bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga bukti kegiatan dan laporan pertanggungjawaban yang belum tertata dengan baik.

“Masalahnya di administrasi. Kegiatan sudah dilaksanakan, tetapi bukti atau dokumentasinya tidak ada. Ada juga kegiatan yang berjalan, tetapi laporannya tidak dibuat. Ini yang harus kita perbaiki,” tegasnya.

Khairiah berharap evaluasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh Bunda PAUD di Kotim untuk meningkatkan kinerja sekaligus membenahi administrasi agar setiap program dapat tercatat dan terdokumentasi dengan baik.

“Harapan saya, tahun yang akan datang pelaksanaannya bisa lebih baik lagi dan semakin banyak yang meningkat kualitasnya,” pungkasnya.

Melalui evaluasi dan apresiasi ini, Pemkab Kotim berharap layanan PAUD semakin berkualitas sehingga kebutuhan pendidikan, kesehatan dan perlindungan anak dapat terpenuhi sejak usia dini. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard