Anak Tenggelam di Bawah Jembatan Kahayan Ditemukan 30 Meter dari Titik Kejadian
SB, PALANGKA RAYA – Upaya pencarian anak perempuan berinisial AI yang dilaporkan tenggelam di bawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, berakhir. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada hari kedua operasi pencarian, Minggu (8/11/2026) sore.
Korban ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Saat ditemukan, jasadnya muncul ke permukaan Sungai Kahayan, sekitar 30 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, melalui Koordinator Lapangan Jurmiah membenarkan penemuan tersebut. Mengetahui korban muncul ke permukaan, personel SAR gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi.
Dalam proses evakuasi, ayah korban turut membantu mengangkat jasad putrinya dari aliran sungai menuju daratan. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Jalan Kartini, Kota Palangka Raya.
Jurmiah mengatakan, saat ditemukan kondisi tubuh korban masih utuh meski terdapat sedikit lumpur. Namun, pihaknya belum dapat memastikan ada atau tidaknya luka pada tubuh korban karena proses evakuasi langsung dilakukan setelah penemuan.
“Kondisi jenazah korban masih utuh, hanya terdapat sedikit lumpur. Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Untuk luka-luka sementara belum bisa kami periksa secara detail karena langsung dilakukan evakuasi dari TKP,” ujarnya.
Selama proses pencarian sejak hari pertama hingga hari kedua, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berupa kondisi air Sungai Kahayan yang keruh. Situasi tersebut membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.
Mereka bahkan harus mengandalkan rabaan untuk menyisir bagian dalam perairan.
Kendati mengalami kesulitan, upaya pencarian terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan.
Jurmiah juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai maupun selokan. Sebab, kondisi perairan yang tampak tenang tidak menjamin keselamatan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang.
Ia juga meminta masyarakat menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung atau life jacket ketika beraktivitas di perairan. Perhatian khusus turut ditujukan kepada para orang tua yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Kahayan agar tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan.
“Kami juga mengimbau khusus kepada para orang tua yang berada di bantaran Sungai Kahayan agar senantiasa mengawasi pergerakan anak-anak dalam bermain,” pungkasnya. (rk/sb)