Lewati ke konten utama
HUKUM

Penyelam Temukan Black Box Helikopter MI-17V5 TNI AD di Perairan Seruyan

Redaksi 07-11-2026, 20:24 WIB 2 menit baca
Ketika penyelam dari TNI AL berhasil menemukan Black Box Helikopter MI-17V5 TNI AD yang tenggelam di Perairan Seruyan. (FOTO: ISTIMEWA)
Ketika penyelam dari TNI AL berhasil menemukan Black Box Helikopter MI-17V5 TNI AD yang tenggelam di Perairan Seruyan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Tim penyelam TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menemukan dan mengevakuasi salah satu perangkat penting helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang jatuh di perairan Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Perangkat tersebut merupakan Flight Data Recorder (FDR) atau perekam data penerbangan.

Penemuan black box tersebut dilakukan Tim Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) Komando Armada (Koarmada) I yang tergabung dalam Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan, Sabtu (7/11/2026).

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, operasi pencarian dan evakuasi kembali dilanjutkan sejak pagi hari. Tim mulai melakukan persiapan sekitar pukul 05.30 WIB sebelum menerjunkan penyelam ke lokasi jatuhnya helikopter.

"Proses SAR kembali dilanjutkan pada pagi ini, sekitar pukul 05.30 WIB tim mulai melakukan persiapan. Dari hasil penyelaman selama 1 jam 16 menit, tim penyelam berhasil menemukan black box, yakni FDR (Flight Data Recorder)," ungkap Zainul Arifin.

FDR tersebut ditemukan oleh dua personel penyelam, yakni Serda Debi S dan Serda Wahyu W. Keduanya melakukan penyelaman mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.16 WIB waktu setempat.

Perangkat perekam data penerbangan itu ditemukan di antara bagian badan helikopter yang masih berada di dasar perairan. Setelah berhasil dievakuasi, FDR kemudian diserahkan kepada Tim Investigasi Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pangdam Tambun Bungai menyebutkan, proses pencarian dan evakuasi berlangsung lancar karena didukung kondisi cuaca yang cukup baik. Penemuan FDR diharapkan dapat membantu tim investigasi mengungkap penyebab kecelakaan helikopter tersebut.

"FDR ini akan diperiksa oleh tim investigasi untuk mengetahui penyebab insiden ini," jelasnya.

Meski demikian, operasi SAR belum sepenuhnya selesai. Tim gabungan masih melanjutkan pencarian perangkat perekam lainnya, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR), yang merekam percakapan di dalam kokpit pesawat.

CVR diperkirakan masih berada di bagian badan hingga ekor helikopter yang tenggelam. Selain pencarian perangkat tersebut, Tim SAR gabungan juga dijadwalkan melanjutkan proses evakuasi badan helikopter dari dasar perairan.

"Pencarian dan evakuasi masih berlanjut untuk menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang diperkirakan berada di bagian badan hingga ekor helikopter. Nantinya Tim SAR gabungan juga akan mengevakuasi helikopter tersebut," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard