Tragedi di Bawah Jembatan Kahayan, Satu Anak Perempuan Tenggelam
SB, PALANGKA RAYA – Seorang anak perempuan berinisial AI, diperkirakan berusia 11 tahun diduga tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, tepatnya di bawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Korban hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat lima anak yang mandi di sungai saat kejadian. Mereka terdiri dari tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan.
Salah seorang saksi mata, Linda (34), mengaku mendengar teriakan seorang anak laki-laki yang meminta pertolongan karena temannya tenggelam.
"Anak laki-laki yang berbaju merah itu berteriak-teriak meminta tolong, katanya ada orang yang tenggelam," ungkap Linda.
Saat melihat ke arah sungai, Linda mendapati seorang anak perempuan berbaju hijau beberapa kali muncul dan tenggelam di permukaan air. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan. Beruntung, sebuah perahu klotok yang melintas mengetahui kejadian tersebut dan memutar balik untuk menyelamatkan korban.
"Untungnya ada orang yang lewat menggunakan klotok. Dia sempat putar balik dan menyelamatkan anak yang memakai baju hijau," jelasnya.
Namun, satu anak lainnya diduga turut tenggelam dan tidak kembali muncul ke permukaan.
"Saya juga mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan anak tersebut hingga akhirnya dilaporkan hilang," tutupnya.
Sementata itu, Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Jurmiah, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian sekitar pukul 14.10 WIB. Setelah menerima laporan, Basarnas langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat.
"Kami mendapatkan informasi sekitar pukul 14.10 WIB bahwa ada yang tenggelam di Sungai Kahayan, tepatnya di bawah Jembatan Kahayan," kata Jurmiah.
Berdasarkan informasi sementara, korban berenang bersama empat temannya di lokasi kejadian. Salah seorang teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya.
"Informasinya korban ini berenang bersama empat temannya di lokasi kejadian. Satu temannya sempat berusaha menolong korban, namun tidak tertolong," ujarnya.
Jurmiah mengungkapkan, salah satu kendala utama pencarian adalah kondisi air Sungai Kahayan yang keruh dengan jarak pandang di dalam air mencapai nol. Kondisi tersebut membuat petugas belum bisa melakukan pencarian menggunakan metode penyelaman.
"Kendala saat ini visibility air nol, sehingga tidak bisa dilakukan pencarian dengan metode penyelaman," jelasnya.
Untuk sementara, tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar titik kejadian. Jurmiah menyebut, berdasarkan keterangan sementara, korban diduga tidak bisa berenang.
Orang tua korban juga mengaku tidak mengetahui anaknya berada di bawah Jembatan Kahayan dan menyebut sebelumnya korban tidak pernah mendatangi lokasi tersebut.
"Kami hanya menggunakan metode penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar area," pungkasnya. (sb/*)