Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov Lakukan Enam Strategi Pencegahan, Pengendalian HIV AIDS dan PIMS

Redaksi 09-03-2023, 02:33 WIB 2 menit baca
Sejumlah para peserta saat mengikuti Orientasi Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS. (FOTO:YUDHA)
Sejumlah para peserta saat mengikuti Orientasi Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menggelar Orientasi Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS (Training Private Clinic) 2023 bagi Fasilitas Layanan Kesehatan Swasta, kegiatan berlangsung di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Rabu (8/3/2023).

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Dinkes Prov. Kalteng Suyuti Syamsul. Dalam sambutannya Ia mengatakan, terdapat enam strategi pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS yaitu, Penguatan komitmen dari kementerian/lembaga yang terkait di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

"Peningkatan dan perluasan akses masyarakat pada layanan skrining, diagnostik dan pengobatan HIV AIDS dan PIMS yang komprehensif dan bermutu, Penguatan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Selanjutnya kata dia Penguatan kemitraan dan peran serta masyarakat termasuk pihak swasta, dunia usaha, dan multisektor lainnya baik di tingkat nasional maupun internasional, Pengembangan inovasi program sesuai kebijakan pemerintah dan Penguatan manajemen program melalui monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.

"Penemuan kasus baru di Kalteng pada Tahun 2021 melalui klinik KT (Konsling dan Tes) sebanyak 121 kasus, dan melalui klinik TIPK (Tes dan Inisiasi Petugas Kesehatan) sebanyak 143 kasus, sehingga jumlah kasus baru HIV AIDS di Kalimantan Tengah pada 2021 sebanyak 264," kata Suyuti.

Sementara Pada periode 2022, penemuan kasus baru melalui layanan KT yaitu 215 kasus, dan melalui layanan TIPK sebanyak 172 kasus, sehingga total penemuan kasus baru Tahun 2022 yaitu sebanyak 387.

“Capaian indikator Program HIV AIDS dan PIMS pada Tahun 2022 (Januari – September 2022) yaitu : a) Insidensi HIV (per 1000 penduduk yang tidak terinfeksi HIV); b) Persentase Orang Dengan HIV-AIDS yang menjalani Terapi ARV (ODHA on ART); c) Persentase ODHA baru ditemukan yang memulai ART; d) Persentase Pasien Sifilis yang Diobati,” jelasnya.

Jumlah layanan Pengobatan, Dukungan dan Perawatan (PDP) di Kalteng semakin meningkat. Pada Tahun 2019 jumlah layanan PDP hanya sebanyak delapan layanan, jumlah tersebut mengalami pengingkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2022, layanan PDP yang ada di Kalteng berjumlah 20 layanan, layanan tersebut ada di 10 rumah sakit dan 10 puskesmas. Masih di Tahun 2022 telah disulkan sebanyak 27 layanan PDP baru, hingga saat ini proses aktivasi masih berada di pusat. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard